LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID- Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW warga Kabupaten Lebak memiliki tradisi unik dalam memperingatinya, yakni tradisi ngatir yang sudah dilakukan puluhan tahun. Di Kecamatan Cipanas, Kabupaten Lebak, masyarakat masih menjaga tradisi turun-temurun yang dikenal dengan sebutan ngatir atau bertukar makanan antar kampung.
Tradisi ngatir bukan sekadar bertukar makanan, melainkan juga menjadi wujud rasa syukur sekaligus sarana untuk mempererat tali silaturahmi antarwarga yang berlangsung di Masjid Jami Al-Muhajirin, Kampung Lurah, Desa Sipayung, Kecamatan Cipanas.
Ketua DKM Masjid Jami Al-Muhajirin, Sahri, mengatakan tradisi ini telah diwariskan secara turun-temurun. “Ngatir ini sudah ada sejak zaman leluhur. Intinya bersyukur sekaligus berbagi tanpa membeda-bedakan status sosial. Dengan begitu, silaturahmi antarwarga selalu terjaga,” kata Sahri, saat ditemui di lokasi, Sabtu 6 September 2025.
Menurut Sahri, ngatir biasanya digelar dua kali dalam setahun, yakni setiap 12 Rabiul Awal bertepatan dengan Maulid Nabi dan pada 15 Syaban atau Ruwah. Di beberapa kampung, tradisi ini juga dilaksanakan pada bulan Rajab.
“Kaitan dengan ngatir itu meningkatkan ajang silaturahmi karena ngatir di sini berupa kunjungan antar kampung. Kampung kami tadi pagi ke Kampung Babakan dan Sukamaju, siang ini gantian dua kampung tersebut datang ke Kampung Lurah. Ini sudah tradisi turun-temurun yang tidak bisa kami tinggalkan,” terangnya.
Ia menambahkan, makna ngatir bukan sekadar bertukar makanan, melainkan meneguhkan kebersamaan. “Dalam satu bakul, hidangan bisa disantap oleh lima hingga tujuh orang, dibagi rata tanpa membedakan siapa yang hadir,” ungkapnya.
Hal serupa disampaikan salah seorang warga Cipanas, Adi Aivi. Ia mengaku tradisi ini telah melekat sejak kecil. “Kalau di Cipanas, Maulid Nabi identik dengan ngatir. Kami membawa makanan, kadang ada tumpeng, bakakak ayam, bahkan amplop. Semua dikumpulkan di masjid lalu dibagi bersama-sama,” tuturnya.
Bagi Adi, ngatir adalah sarana memperkuat kerukunan antarwarga. “Harapannya, dengan Maulid Nabi ini silaturahmi makin erat, sehingga kampung kami tetap damai,” pungkasnya.
Reporter: Nurandi
Editor: Aditya











