SERANG, RADARBANTEN.CO.ID,- Padepokan Godam Denok, yang berafa di Kampung Cihujan, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Serang kembali melakukan tradisi tahunan yakni pengulasann golok ciomas yang menjadi tradisi tahunan.
Padepokan Godam Denok bersama puluhan peguron merawat warisan leluhur melalui ritual budaya yang sarat akan makna. Kegiatan dilaksanakan pada Kamis, 4 September 2025 lalu.
Ada sejumlah rangkaian kegiatan yang dilakukan mulai dari pembacaan marhaban bersama alim ulama dan tokoh masyarakat, dilanjutkan santap malam, serta penampilan seni rampak bedug, silat tunggal putera dan puteri oleh peguron setempat.
Kegiatan yang rutin dilaksanakan setiap bulan maulid tersebut bukan sekedar menjalankan tradisi, akan tetapi menjadi ruang silaturahmi antarpeguron.
Ketua Padepokan Godam Denok, Bahroji mengatakan, pengulasan ini rutin digelar setiap 12 Rabiul Awal atau pada bulan Maulid Nabi.
“Ritual ini bukan hanya merawat pusaka Godam Denok, tapi juga menjaga entitas budaya agar generasi muda memahami filosofi perjalanan sebuah karya. Kami berharap pemerintah ikut peduli agar bersama-sama bisa menularkan semangat cinta budaya,” katanya, Minggu 7 September 2025.
Ia mengungkapkan, pengulasan Golok Ciomas tahun ini juga dimeriahkan oleh penampilan seniman Ohang, yang memberi warna dalam rangkaian seni dan budaya.
Tradisi ini diyakini menjadi simbol kebanggaan masyarakat Banten serta memperlihatkan keunggulan pandai besi tradisional Ciomas yang tetap bertahan hingga kini.
Tahun ini, setidaknya tidak kurang dari 2.500 Golok Ciomas Diulas “Untuk tahun ini kami tidak mengundang tamu pejabat negara karena situasi kondisinya. Namun Golok yang diulas lebih banyak dibanding tahu lalu, ” ungkap lelaki yang juga merupakan CEO Sultan Group ini.
Editor: Abdul Rozak











