TANGSEL,RADARBANTEN.CO.ID-Komisi VIII DPR RI menyetujui Anggaran Belanja Tambahan (ABT) Kementerian Sosial 2025 sebesar Rp1,19 triliun yang akan digunakan untuk mendukung operasional Sekolah Rakyat tahap pertama.
Program pendidikan gratis ini ditujukan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem, sebagai upaya memutus rantai kemiskinan antar generasi.
Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Singgih Januratmoko, menjelaskan bahwa Sekolah Rakyat merupakan program prioritas yang digagas Presiden Prabowo Subianto.
Bentuknya adalah sekolah berasrama (boarding school) dengan fasilitas lengkap, mulai dari asrama, laboratorium, hingga perangkat pembelajaran berbasis teknologi.
“Tujuan utamanya adalah menyediakan pendidikan berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan bagi anak-anak dari keluarga miskin, sehingga mereka bisa keluar dari jerat kemiskinan,” ujarnya saat mengunjungi Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 33 Tangsel bersama Anggota DPR RI Komisi VIII, Haeny Relawati Rini Widyastuti, Anggota DPR RI Komisi VIII, Aprozi Alam, Anggota DPR RI Komisi VIII, Selly Andriany Gantina, disambut Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie, serta jajaran dinas terkait, di Aula SRMA 33 Kota Tangsel, Rabu 17 September 2025.
Dengan disetujuinya ABT Rp1,19 triliun, tahap pertama operasional Sekolah Rakyat akan mencakup 111 lokasi sekolah rakyat, 9.753 siswa, 154 guru dan 3.390 tenaga pendidikan.
Selain itu, pemerintah juga menyiapkan tahap kedua yang direncanakan pada 2026 dengan target lebih besar, yaitu 10.425 target siswa, 2.180 guru dan 4.069 tenaga pendidikan.
Reporter: Syaiful Adha
Editor: AGung S Pambudi











