PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBDPK) Kabupaten Pandeglang mencatat sebanyak 21 desa di delapan kecamatan mengalami krisis air bersih akibat musim kemarau 2026.
Kekeringan menyebabkan sumur-sumur warga mengering sehingga BPBDPK telah mendistribusikan bantuan air bersih ke wilayah terdampak.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBDPK Kabupaten Pandeglang, Lilis Sulistiyati, mengatakan hingga saat ini terdapat 21 RT yang mengajukan bantuan air bersih.
“Krisis air bersih terjadi akibat musim kemarau. Kami sudah mendistribusikan bantuan air bersih,” katanya kepada Radar Banten, Kamis, 23 Juli 2026.
Lilis menjelaskan, sejak 13 Juni hingga 21 Juli 2026, BPBDPK telah menyalurkan sekitar 120.000 liter air bersih.
“Itu berdasarkan permohonan dari 21 RT yang tersebar di 21 desa pada delapan kecamatan di Kabupaten Pandeglang,” ujarnya.
Delapan kecamatan yang terdampak yakni Kecamatan Angsana, Sindangresmi, Cadasari, Karangtanjung, Patia, Cikeusik, Picung, dan Sukaresmi.
Sementara 21 desa yang mengalami krisis air bersih meliputi Desa Koranji, Juhut, Cipinang, Bojongmanik, Pasirlancar, Pasirdurung, Kadumalati, Kaduela, Cempakawarna, Sindangresmi, Pasirloa, Patia, Sukawaris, Sumurbatu, Sumurlaban, Pasirsedang, Seuseupan, Pasirkadu, Sukaresmi, serta Kubangkampil.
“Saat ini yang melapor baru 21 desa. Kemungkinan akan bertambah karena puncak musim kemarau diperkirakan terjadi pada Agustus hingga September,” katanya.
TNI Salurkan 50 Ribu Liter Air Bersih
Selain BPBDPK, Kodim 0601/Pandeglang bersama Pemerintah Kabupaten Pandeglang dan Siber Foundation juga menyalurkan 50 ribu liter air bersih kepada warga terdampak kekeringan di lima desa di Kecamatan Patia.
Salah satu lokasi pendistribusian berada di Kampung Pamburangan, Desa Pasirgadung. Warga di wilayah tersebut telah mengalami kesulitan memperoleh air bersih selama beberapa bulan akibat sumur-sumur mengering.
Bantuan tersebut diberikan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat selama musim kemarau. Selain debit air yang menurun, kualitas air dari sumur yang masih tersisa juga mulai keruh sehingga tidak layak digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.
Salah seorang warga Kampung Pamburangan, Tuti, mengaku desanya telah mengalami kekeringan selama sekitar dua bulan.
“Sudah dua bulan kami mengalami kekeringan. Tiap pagi antre air di satu sumur, itu juga kadang tidak kebagian. Air sumur masih bisa dikonsumsi, tetapi rasanya tidak enak, asin,” katanya.
Akibat sulit memperoleh air bersih, sebagian warga terpaksa membeli air untuk kebutuhan minum dan memasak dengan harga sekitar Rp5.000 per galon.
Komandan Korem 064/Maulana Yusuf Brigjen TNI Daru Cahyadi Soeprapto, didampingi Dandim 0601/Pandeglang Letkol Inf Afri Swandi Ritonga, mengatakan pendistribusian air bersih merupakan bentuk kepedulian TNI kepada masyarakat sekaligus bagian dari sasaran nonfisik Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 di Kecamatan Patia.
“Untuk mengatasi kebutuhan mendesak masyarakat, kami mendorong pendistribusian air bersih menggunakan beberapa mobil tangki ke titik-titik yang mengalami kekeringan. Hari ini air sudah kami salurkan ke sejumlah lokasi yang membutuhkan,” katanya.
Ia menjelaskan, sebanyak 50 ribu liter air bersih telah disalurkan ke lima desa menggunakan mobil tangki berkapasitas 5.000 hingga 6.000 liter.
“Ke depan, Dandim akan menjadwalkan pendistribusian air bersih secara bertahap agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi selama musim kemarau,” ujarnya.*
Editor : Krisna Widi Aria











