CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon melalui Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai mengambil langkah antisipasi untuk mencegah potensi keracunan makanan.
Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Cilegon sekaligus Sekretaris Satgas Percepatan MBG, Heni Anita Susila, menyampaikan hal itu setelah berdiskusi dengan jajaran Polres Cilegon di Kantor Wali Kota Cilegon, Jumat, 2 Oktober 2025.
Menurut Heni, pembahasan bersama aparat kepolisian masih sebatas diskusi awal. Rapat resmi Satgas MBG baru akan digelar pekan depan.
“Tadi hanya sekadar ngobrol, belum rapat. Minggu depan baru rapat resmi. Tadi juga baru ngobrol dengan Polres,” kata Heni.
Ia menegaskan program MBG disambut positif para orangtua penerima manfaat. “Alhamdulillah semua anak-anak penerima manfaat orangtuanya menerima, bahkan bersyukur diberi makan bergizi gratis,” ujarnya.
Meski begitu, Satgas MBG Cilegon tetap mengutamakan keamanan pangan dengan memastikan kelayakan dapur, standar kebersihan, higienitas, halal, dan sanitasi.
“Di Cilegon belum ada kasus (keracunan) dan jangan sampai ada. Antisipasi ini terkait kelengkapan dapur, standar kelayakan, halal, higienitas, dan sanitasi,” terang Heni.
Hingga kini, Dindik Cilegon baru memverifikasi sekitar 30 persen data penerima manfaat program MBG dari total lebih dari 70 ribu calon penerima.
Kasat Pam Obvit Polres Cilegon, Iptu Yogie Fahrisal, menambahkan pihaknya juga melakukan pendataan Sentra Penyedia Pangan Gizi (SPPG) yang beroperasi.
“Kita baru mendata SPPG yang sudah beroperasi di mana saja. Nanti kita juga akan mengundang pihak BGN agar ada keselarasan data,” kata Yogie.
Ia menegaskan Polres Cilegon siap berkolaborasi dengan Dindik dan Satgas MBG untuk menjamin keamanan pangan.
“Pemkot sudah membentuk Satgas, kita dari Polres siap kolaborasi. Nanti kita agendakan rapat bersama,” tandasnya.
Editor: Aas Arbi











