SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – PT Penjaminan Kredit Daerah (Jamkrida) Banten, salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemerintah Provinsi Banten yang bergerak di bidang penjaminan, turut berpartisipasi dalam ajang CSR Impact Challenge yang diselenggarakan oleh Radar Banten. Dalam kegiatan tersebut, Jamkrida Banten mempresentasikan program tanggung jawab sosialnya di hari kedua pelaksanaan, Selasa 7 Oktober 2025.
Pada kesempatan itu, PT Jamkrida Banten memperkenalkan program CSR bertajuk “JIBI Berarti” (Jamkrida Banten Berbagi dari Hati), yang fokus menyalurkan bantuan kepada masyarakat membutuhkan, termasuk bantuan beasiswa, santunan, serta program pemberdayaan UMKM.
“Pertama yaitu dalam bentuk bantuan kepada pesantren, kemudian untuk korban bencana alam, dana bergulir kepada UMKM, serta beasiswa bagi mahasiswa dan anak yatim,” ujar Rasmin, Kepala Divisi SDM dan Umum PT Jamkrida Banten.
Rasmin menjelaskan bahwa program CSR ini merupakan bentuk komitmen Jamkrida untuk membangun kualitas kehidupan masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan. “Kami berharap penyaluran dana CSR ini dapat membantu mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan serta menciptakan pemerataan pembangunan, kesempatan berusaha, dan pemberdayaan masyarakat di Provinsi Banten,” harapnya.
Sementara itu, Kepala Divisi Manajemen Risiko, Lala Surya Laksana, menjelaskan bahwa Jamkrida juga memiliki program khusus untuk mendukung pelaku usaha mikro melalui program “UMKM Naik Kelas”.
“Jadi ada program dana bergulir yang kami berikan kepada UMKM di sekitar kantor. Dana bergulir ini wajib dikembalikan, tetapi tanpa bunga atau imbalan apa pun,” jelas Lala.
Ia menambahkan, program tersebut terbukti efektif membantu pelaku usaha menjadi lebih mandiri. “Alhamdulillah, setelah kami berikan bantuan, mereka kini sudah mandiri dan mampu menjalankan usaha sendiri di sekitar lingkungan kantor kami,” tambahnya.
Kegiatan CSR Impact Challenge tidak hanya berisi pemaparan materi dari peserta, tetapi juga memberikan ruang bagi peserta untuk mendapatkan insight dan masukan dari dewan juri.
“Masukan yang kami dapatkan, ke depannya CSR tidak hanya berbentuk bantuan uang, tetapi juga pendampingan, pelatihan, dan literasi bagi mitra dan UMKM agar usahanya bisa lebih berkembang,” tutup Lala.
Reporter: Ikhsan Genrb / Eko Fajar A











