CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Wakil Ketua I DPRD Kota Cilegon, Sokhidin, mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon agar bergerak cepat mengatasi krisis air bersih yang dialami warga Lingkungan Watulawang, Kelurahan Gerem, Kecamatan Grogol, Kota Cilegon.
Ia menilai pemerintah tidak perlu menunggu proses pipanisasi PDAM yang belum jelas waktunya, sementara kebutuhan air masyarakat semakin mendesak.
“Saya mengapresiasi Pemkot Cilegon yang mau melakukan pipanisasi dari PDAM. Namun itu belum tahu kapan, sedangkan air itu tidak bisa menunggu sampai setahun dua tahun,” ujar Sokhidin kepada Radar Banten, Senin, 13 Oktober 2025.
Sokhidin menilai langkah paling praktis saat ini adalah membangun sumur bor tambahan di kawasan Gerem, terutama di wilayah dataran tinggi yang sulit dijangkau jaringan PDAM.
Ia mencontohkan inisiatif warga yang membangun sumur bor secara swadaya di Lingkungan Watulawang yang baru saja diresmikan.
“Ini adalah sumur kedua yang dibangun setelah tahun 2022 di Watulawang. Sumur itu dibiayai swadaya masyarakat dibantu beberapa industri. Tapi satu sumur tidak cukup, karena dari 134 KK sekarang sudah menjadi 204 KK yang harus menerima manfaat,” ungkapnya.
Menurut Sokhidin, kondisi medan di Watulawang cukup ekstrem. Sebagian warga masih harus menempuh perjalanan sekitar setengah jam dengan menenteng jeriken untuk mengambil air bersih dari bawah lembah. Situasi ini sudah berlangsung selama puluhan tahun.
“Yang paling praktis ya membuat sumur bor seperti ini, sekalipun sumurnya di tempat yang curam di pinggir sungai,” tegasnya.
Politikus Partai Gerindra itu juga mendorong agar Pemkot Cilegon menggandeng pihak industri untuk berkolaborasi membantu penyediaan air bersih bagi masyarakat.
“Kalau memang anggaran tidak ada atau program terkait sumur belum masuk, paling tidak bisa kerja sama dengan industri atau sumber-sumber lain,” ujarnya.
Reporter: Adam Fadillah











