PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Pandeglang, Eni Yati, akhirnya angkat bicara terkait video viral yang memperlihatkan rombongan pegawainya diduga melakukan perjalanan wisata ke Malang dan Bromo, Jawa Timur.
Eni membantah tudingan bahwa kegiatan tersebut menggunakan anggaran pemerintah. Menurutnya, perjalanan itu merupakan kegiatan pribadi para pegawai yang dibiayai secara mandiri.
“Itu kegiatan tahun lalu, mungkin baru di-share sekarang karena tangannya gatal ingin posting. Enggak ada anggaran pemerintah, itu kegiatan mandiri, bayar masing-masing,” kata Eni usai apel pagi di Sekretariat Daerah (Setda) Pandeglang, Senin, 13 Oktober 2025.
Ia menjelaskan, perjalanan tersebut merupakan hasil inisiatif pegawai Dinkes yang menabung selama satu tahun untuk liburan bersama. Kegiatan itu, katanya, dilakukan sebagai bentuk penyegaran setelah menjalani rutinitas kerja.
“Itu mah sudah lama, beberapa bulan yang lalu. Biasalah, kadang tangan gatal ingin share di medsos,” ujarnya.
Meski video tersebut menuai sorotan publik, Eni menilai hal itu wajar. Namun, ia menegaskan bahwa selama kegiatan itu tidak menggunakan dana pemerintah, maka tidak ada yang perlu dipermasalahkan.
“Intinya enggak pakai anggaran pemerintah. Itu cuma refreshing, ngumpulin uang satu tahun sekali,” tegasnya.
Eni juga menilai kegiatan seperti itu penting untuk menjaga semangat kerja para pegawai.
“Itu bentuk refreshing teman-teman yang sudah jenuh kerja. Yang penting enggak ganggu anggaran pemerintah,” imbuhnya.
Namun, saat ditanya lebih lanjut mengenai besaran biaya perjalanan dari dana pribadi tersebut, Eni enggan berkomentar.
“Enggak tahu, ibu enggak tahu nominalnya berapa,” ucapnya singkat.
Sebelumnya ramai diperbincangkan, sebuah video yang memperlihatkan jajaran pegawai dan pejabat Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pandeglang diduga tengah pelesiran ke luar daerah beredar di media sosial. Video tersebut menuai kritik publik karena muncul di tengah kebijakan efisiensi anggaran pemerintah daerah. Namun belakangan, video tersebut sudah tidak bisa diakses lagi.
Reporter : Moch. Madani Prasetia











