PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Bursa calon Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pandeglang yang tengah berlangsung melalui mekanisme open bidding atau lelang jabatan terbuka mulai memanas. Sebanyak empat pejabat eselon II resmi mendaftarkan diri untuk mengikuti seleksi jabatan tinggi pratama tersebut.
Keempat pejabat itu adalah Kepala BKPSDM Pandeglang Didin Pahrudin, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Rahmat Zultika, Staf Ahli Bupati Bidang Perekonomian, Keuangan, dan Pembangunan Budi Suhardiman Januardi, serta Pj Sekda Pandeglang Asep Rahmat yang juga menjabat Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).
Dari empat kandidat tersebut, dua nama disebut-sebut menjadi calon kuat, yakni Asep Rahmat dan Rahmat Zultika.
Asep Rahmat Diunggulkan
Asep Rahmat digadang-gadang sebagai kandidat terkuat karena memiliki rekam jejak panjang di birokrasi Pandeglang dan saat ini masih menjabat sebagai Pj Sekda. Selain itu, Asep dinilai piawai dalam melobi program pemerintah pusat, terutama terkait pembangunan infrastruktur.
“Ketika ada program dari pusat, beliau langsung bergerak cepat mengajukan sesuai regulasi yang berlaku,” ujar salah satu sumber internal Pemkab Pandeglang.
Selama memimpin Dinas PUPR, Asep Rahmat juga dikenal berhasil mempercepat pelaksanaan lelang dini proyek infrastruktur agar penyelesaiannya tepat waktu.
Sementara itu, Rahmat Zultika disebut-sebut menjadi “kuda hitam” karena dikenal loyal terhadap pimpinan. Namun, beredar kabar bahwa Asep Rahmat kemungkinan akan dipindahkan ke Pemerintah Provinsi Banten.
Tiga Kandidat Ikut Asesmen
Asisten Daerah (Asda) III Administrasi Umum Setda Pandeglang Kurnia Satriawan menjelaskan, proses seleksi Sekda telah masuk tahap asesmen yang dilaksanakan di Kantor Regional (Kanreg) III BKN Bandung pada 15–16 Oktober 2025.
“Untuk asesmen di Kanreg III BKN hanya diikuti oleh tiga orang, yaitu Didin Pahrudin, Rahmat Zultika, dan Budi Suhardiman. Sementara Asep Rahmat tidak ikut karena sudah pernah mengikuti asesmen sebelumnya dan sedang menjalani perawatan di rumah sakit,” ujarnya, Jumat 17 Oktober 2025.
Setelah asesmen, tahapan berikutnya adalah tes kesehatan bagi para kandidat yang lolos seleksi administrasi.
Pengamat Nilai Seleksi Harus Objektif
Pengamat politik Universitas Mathla’ul Anwar (UNMA) Banten Eko Supriatno menilai, seleksi Sekda Pandeglang seharusnya tidak sekadar menjadi ajang rotasi jabatan, tetapi momentum penting untuk menghadirkan pemimpin birokrasi yang inovatif dan berorientasi pada kinerja.
“Pemilihan Sekda bukan hanya pergantian jabatan, tapi momen strategis untuk memilih pemimpin birokrasi yang mampu mengubah rutinitas menjadi aksi nyata,” katanya.
Menurut Eko, semua kandidat memiliki peluang, namun Asep Rahmat masih menonjol karena pengalaman dan kapasitasnya di birokrasi Pandeglang.
“Asep Rahmat menonjol karena pernah menjadi Pj Sekda dan Kadis PUPR. Meski ada rumor pemindahannya ke Dinas PU Provinsi Banten, itu belum terkonfirmasi,” jelasnya.
Ia menambahkan, tantangan terbesar Sekda baru adalah membangun birokrasi yang resilien dan produktif di tengah keterbatasan fiskal daerah.
“Dalam konteks Pandeglang, Sekda harus mampu mentransformasi birokrasi agar lebih pragmatis, berbasis data, dan tidak hanya terjebak pada jargon,” tegasnya.
⸻
Reporter: Purnama Irawan











