PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Sebanyak 41 rumah tak layak di Pandeglang milik warga kurang mampu di Kabupaten Pandeglang menerima bantuan Rumah Layak Huni Baznas (RLHB).
Bantuan diserahkan secara simbolis oleh Wakil Gubernur Banten Dimyati Natakusumah di Pendopo Bupati Pandeglang.
Total bantuan rumah tak layak di Pandeglang mencapai lebih dari Rp1 miliar. Masing-masing penerima mendapat Rp25 juta untuk membangun rumah tidak layak huni menjadi layak huni.
Selain RLHB, Baznas Banten juga menyalurkan bantuan peningkatan SDM bagi 28 pelajar dan mahasiswa di wilayah Banten.
Sebagaimana diketahui, permasalahan rumah tidak layak huni di Pandeglang masih cukup besar. Dari total 67.908 unit, baru 9.785 unit yang diperbaiki sejak 2017 hingga 2024. Artinya, masih ada sekitar 58 ribu rumah yang belum tersentuh program perbaikan.
Wakil Gubernur Banten, Dimyati Natakusumah mengatakan, program RLHB diharapkan terus berlanjut dan memberi dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.
Ia menyebut program Baznas ini menjadi bagian dari penyaluran zakat, infak, dan sedekah yang dihimpun dari masyarakat untuk masyarakat.
“Dana ini dikelola dan disalurkan Baznas ke seluruh daerah demi kepentingan umat. Saya ingin masyarakat miskin di Banten punya rumah layak dan hidup sehat,” kata Dimyati, Jumat 31 Oktober 2025.
Menurutnya, program Baznas lebih tepat sasaran dibanding program serupa di instansi pemerintah seperti Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim).
“Kalau di Perkim bisa ratusan juta per rumah, tapi di Baznas hanya Rp25 juta dan terasa manfaatnya. Output dan impact-nya lebih bagus,” ucapnya.
Program Rumah Tak Layak di Pandeglang
Terkait program Rumah Tak Layak di Pandeglang ini, Dimyati juga mendorong sinergi antara Baznas, Dinas Perkim, dan Dinas Pendidikan agar program bantuan sosial dan pendidikan berjalan searah.
“Sebelum 2026, Baznas harus rapat kerja dengan Perkim dan Dinas Pendidikan supaya sinerginya tidak tumpang tindih,” ujarnya.
Ia pun berterima kasih kepada ASN yang rutin menunaikan zakat melalui Baznas, sekaligus mengungkapkan seluruh gajinya diserahkan ke Baznas.
“Ini bentuk komitmen saya agar semua bisa berkontribusi membantu masyarakat,” tegasnya.
Sementara itu, Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani mengatakan, bantuan ini diharapkan meningkatkan kesejahteraan sekaligus menumbuhkan semangat gotong royong.
“Alhamdulillah, ada 41 keluarga penerima dengan total bantuan Rp1,015 miliar. Semoga manfaatnya dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Dewi menyebut, masih ada sekitar 9 persen warga Pandeglang yang membutuhkan rumah layak huni. Karena itu, program seperti RLHB dinilai penting untuk mempercepat pengentasan kemiskinan.
“Bantuan ini bukan hanya soal fisik rumah, tapi juga membangun nilai sosial dan kebersamaan,” katanya.
Ia berpesan agar penerima bantuan Rumah Tak Layak di Pandeglang menjaga rumah yang dibangun dengan baik.
“Jadikan rumah sebagai tempat ibadah dan keluarga harmonis yang melahirkan generasi sehat, tangguh, dan berakhlak,” tutupnya.
Editor Daru Pamungkas











