SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan salah satu program unggulan pemerintah pusat dalam pemenuhan gizi seimbang bagi anak-anak Indonesia.
Dalam program tersebut, susu menjadi komponen penting untuk mendorong kebiasaan makan sehat bagi generasi muda di Tanah Air. Berdasarkan data, konsumsi susu per kapita di Indonesia baru mencapai 16,3 kilogram per tahun atau sekitar 4,4 juta ton. Dengan adanya program MBG, kebutuhan susu nasional diperkirakan meningkat hingga 8,9 juta ton per tahun.
Untuk menjaga kualitas susu agar tetap baik hingga ke tangan anak-anak, kemasan aseptik memegang peranan penting karena memungkinkan distribusi yang lebih luas, efisien, dan higienis.
Managing Director PT LamiPak Indonesia, Anton Hui, mengatakan perusahaannya merupakan salah satu pelaku utama industri kemasan aseptik di Indonesia. Berdiri sejak Mei 2022, LamiPak menjadi tonggak penting menuju kemandirian industri nasional dengan nilai investasi jangka pendek sebesar Rp3 triliun.
“Perusahaan mulai beroperasi secara komersial pada April 2024 dengan kapasitas awal 12 miliar kemasan per tahun, termasuk produk pelengkap seperti sedotan kertas. Sejak 1 Agustus 2025, LamiPak Indonesia telah beroperasi dengan kapasitas penuh sebesar 21 miliar kemasan per tahun, yang secara signifikan memperkuat rantai pasok kemasan dalam negeri,” ujar Anton melalui keterangan tertulis yang diterima Radar Banten, Jumat 31 Oktober 2025.
Anton menegaskan, LamiPak berkomitmen mendukung kesuksesan Program MBG dengan menyediakan kemasan yang aman, berkualitas tinggi, dan diproduksi di dalam negeri untuk produk susu serta minuman bergizi lainnya.
“Kami percaya bahwa inovasi kemasan tidak hanya berperan dalam menjaga keamanan dan keberlanjutan produk, tetapi juga dalam mendorong peningkatan gizi dan ketahanan pangan nasional,” tambahnya.
Lebih lanjut, Anton menuturkan bahwa misi LamiPak adalah menciptakan nilai keberlanjutan bagi bangsa, memperkuat kemandirian industri dalam negeri, mengurangi ketergantungan terhadap impor, serta berkontribusi pada terbentuknya masyarakat yang lebih sehat dan sadar gizi.
Reporter: Ahmad Rizal Ramdhani











