LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) merupakan salah satu program unggulan pemerintah pusat melalui Kementerian Koperasi (Kemenkop) yang dirancang untuk memperkuat ekonomi desa.
Salah satu Kopdes Merah Putih yang kini berkembang pesat adalah Kopdes percontohan Desa Girimukti, Kecamatan Cilograng, Kabupaten Lebak, yang berlokasi di Plaza Lebak.
Produk andalan Kopdes Merah Putih Girimukti adalah gula aren. Produk ini dihasilkan dari pohon aren yang banyak tumbuh di wilayah Cilograng dan umumnya Kabupaten Lebak.
Manajer Kopdes, Asep Kurnia, berperan penting dalam mendorong kemajuan koperasi ini. Ia aktif menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, lembaga keuangan, hingga komunitas pecinta produk lokal.
Bahkan dirinya mengeluarkan dana pribadi demi menjalankan Kopdes Girimukti berkembang dan mampu menjual berbagai produk.
“Saya gelontorkan dana pribadi hampir 5 miliar. Alasan saya keluarkan dana tersebut, karena saya orang asli Lebak, Banten, dan saya diangkat sebagai manajerial bisnis,” kata Asep kepada RADARBANTEN.CO.ID, Rabu 5 November 2025.
“Saya memiliki kewajiban, sebagai putra Lebak, untuk mengembangkan desa tertinggal agar bisa maju,” lanjutnya.

Selain itu, Kopdes Girimukti juga berperan dalam memperkuat ekonomi keluarga. Dengan begitu, manfaat koperasi dapat dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat desa.
“Saya punya kemampuan secara finansial, ingin berbagi lebih banyak terhadap masyarakat. 5 miliar Ini kan ini kan sebagai dana Kopdes yang saat ini menjadi percontohan gitu,” tegasnya.
“Yang paling utamanya kita membuka gerai sembako, ada gerai klinik, pustu dan beberapa yang lain,” sambungnya.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Lebak, Imam Suangsa, mengatakan, Pemerintah Kabupaten Lebak bekerja sama dengan Kementerian Koperasi dan UKM yang kini menjadi Kementerian Koperasi dan Kementerian UMKM, untuk memastikan setiap Kopdes berjalan sesuai prinsip.
Hingga pertengahan Oktober 2025, sebanyak 58 Kopdes telah resmi beroperasi di seluruh desa Kabupaten Lebak. Sisanya masih dalam tahap pendampingan dan persiapan operasional. Seluruh koperasi yang telah berjalan telah memiliki badan hukum.
“Semua desa sudah punya koperasi berbadan hukum. Tapi yang sudah operasional baru 58. Sisanya kami dampingi agar bisa berjalan penuh pada Desember 2025,” kata Imam.
Imam menjelaskan, bahwa tidak semua koperasi sudah memiliki gedung sendiri dengan ciri khas cat merah putih sebagaimana simbol program nasional tersebut.
Banyak dari koperasi yang masih menjalankan aktivitasnya secara sederhana di tempat-tempat sementara. “Karena sebagian masih menumpang di rumah pengurus, kantor desa, atau menyewa ruko untuk memulai usaha,” pungkasnya.











