SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Mayat pria dalam kondisi membusuk ditemukan di dalam kamar kontrakan Kampung Saga Masjid, Desa Sukatani, Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang, Rabu 26 November 2025.
Mayat tersebut kini telah dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Banten untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Kapolsek Cikande, AKP Tatang mengatakan, mayat tersebut bernama Benny Dwi Suprayoga (35). Ia merupakan warga Kayu Besar RT 001/012, Kelurahan Tegal Alur, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat.
“Sebelum ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, rekan korban bernama Masno datang ke tempat kontrakan korban karena sudah beberapa hari tidak masuk kerja dan tanpa kabar,” katanya.
Setibanya di lokasi, Masno bertemu pemilik kontrakan, Sanwani, dan keduanya mencium bau tidak sedap yang berasal dari dalam kamar kontrakan korban.
“Sanwani kemudian mengambil kunci serep kontrakan untuk membuka pintu. Namun, pintu tak bisa dibuka karena masih terdapat kunci menempel pada lubang pintu,” ungkapnya.
Masno kemudian mencoba melihat ke bagian sisi pintu dan kusen yang memiliki celah. Saat mengintip ke dalam kamar, ia dikejutkan oleh pemandangan tubuh korban yang sudah dalam posisi terlentang serta kondisi fisik yang telah membusuk.
Melihat hal tersebut, Masno bergegas melaporkan kejadian itu kepada warga sekitar serta pimpinan perusahaan, tempat ia dan korban bekerja. Laporan kemudian diteruskan ke pihak kepolisian untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Tak lama berselang, Unit Identifikasi Polres Serang bersama tim medis RS Bhayangkara tiba di lokasi. Atas izin pemilik kontrakan, petugas kemudian mendobrak pintu untuk melakukan proses identifikasi dan olah tempat kejadian perkara (TKP).
“Korban ditemukan dalam kondisi membusuk dan diduga sudah meninggal beberapa hari. Dari hasil pemeriksaan awal tidak ditemukan indikasi kekerasan, namun kami tetap menunggu hasil visum dari RS Bhayangkara untuk memastikan penyebab kematian,” katanya.
Setelah dilakukan identifikasi di lokasi, jenazah korban langsung dibawa ke RS Bhayangkara untuk dilakukan visum et repertum guna mengetahui penyebab pasti kematian. “Untuk penyebab kematian korban masih dalam proses penyelidikan,” tutur Kapolsek.
Reporter: Fahmi
Editor: Agung S Pambudi











