SERANG,RADARBANTEN.CO.ID- Seorang wanita berusia 50 tahun bernama Suryati, asal Kampung Jongkoran, Desa Namboudik, Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang tinggal di gubuk reyot selama kurang lebih 20 tahun.
Bahkan rumahnya ambruk akibat diterjang hujan deras dan angin kencang. Ia pun kini tinggal di rumah sementara hasil swadaya masyarakat yang lokasinya tak jauh dari rumahnya.
Ia terpaksa bertahan di rumah tersebut karena tidak memiliki biaya untuk memperbaiki dan merenovasi rumah tersebut sehingga memilih untuk tetap bertahan di sana.
Ditambah lagi, tulang punggung keluarga yakni suami Suryati telah lama meninggal dunia sehingga tidak ada yang bisa memiayai pembangunan rumah.
Suryati mengatakan, sejak suaminya meninggal, ia bersama dengan satu orang anaknya yang belum berumah tangga tetap bertahan di rumah tersebut.
Ia tinggal bersama dengan anak bungsunya bernama Anes yang hanya tamat sekolah dasar. Padahal Anes sangat ingin sekali melanjutkan sekolah, namun karena keterbatasan ekonomi ia pun harus putus sekolah. “Kalau misalkan lanjut sekolah, sekarang anes duduk dibangku kelas dua SMA,” katanya, Senin 29 September 2025.
Saryati mengaku, kondisi rumahnya sangat memperihatinkan, selin kondisinya banyak yang rusak, apabila hujan turun, maka kondisinya banyak yang bocor. Ia mengaku hanya bisa pasrah dengan keadaan tersebut karena memang tidak memiliki biaya.
“Rumah sebelumnya bahkan ambruk karena hujan deras dan angin kencang, kini tinggal di rumah hasil gotong royong warga,” ujarnya.
Kondisi rumah sementara hasil swadaya dan gotong royong warga tersebut jauh dari kata layak. Kondisi atapnya banyak yang bocor karena rumahnya tersebut dibangun dari bahan-bahan siswa limbah pabrik.
“Sudah 20 tahun, di rumah ini baru karena rumah sebelumnya ambruk. Alhamdulilah anak dan warga swadaya bangun rumah ini. Cuman memang kalau hujan bocor semua,” ujarnya.
Suryati mengaku, selama ini belum pernah mendapatkan bantuan dari pemerintah, baik pembangunan rumah tidak layak huni maupun bantuan lainnya.
Ia pun berharap agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang bisa membantu pembangunan rumahnya sehingga nantinya ia bersama anaknya bisa tinggal di rumah yang layak.
“Harapannya pengen dibangunin rumah aja, supaya pas hujan tidak kebocoran lagi. Soalnya kalau hujan deras ini banjir, air masuk semua kedalam rumah, kasur juga basah semua, jadi ga bisa tidur kalau ada hujan,” pungkasnya.
Sementara itu, tetangga Suryati Nyato mengungkapkan, jika kondisi rumah Suryati memang sangat memperihatinkan. Untuk itu ia meminta pemerintah agar turun tangan membantu keluarga tersebut agar bisa tinggal di rumah yang layak.
“Mohon dibantu, karena pertama ia adalah janda tidak punya suami, lalu yang ke dua sudah ga ada orang tua juga, rumahnya sudah roboh,” pungkasnya.
Editor : Merwanda











