SERANG,RADARBANTEN.CO.ID- Para pengusaha Konstruksi di Banten mengeluhkan terkait sulitnya mendapatkan bahan baku hasil tambang untuk menyelesaikan proyek-proyek yang mereka kerjakan.
Hal itu diakibatkan karena adanya serbuan truk tambang dari luar daerah sehingga mengakibatkan pengusaha lokal harus anter berhari-hari agar bisa mendapatkan bahan baku untuk diangkt.
Kondisi ini berimbas pada pemenuhan kebutuhan material untuk pembangunan proyek konstruksi di Banten.
Salah seorang pengusaha Konstruksi Moh Supriyadi mengatakan, semenjak adanya serbuan kendaraan tambang dari luar Banten, pihaknya mulai kesulitan untuk mendapatkan bahan baku untuk pembangunan, seperti batu dan pasir.
“Keluhan kita soal kelangkaan material, kita harus antre satu sampai dua hari untuk bisa mendapatkan material, itupun jumlahnya tidak bisa maksimal,” katanya, Selasa 9 Desember 2025.
Biasanya dalam kondisi normal, pihaknya bisa mendapatkan material sebanyak 20 mobil setiap harinya. Namun akibat serbuan kendaraan tambang dari luar daerah, pemenuhan per harinya hanya 5 truk.
Ia mengatakan, akibat hal tersebut, proyek pembangunan konstruksi yang sedang dikerjakan tentunya terhambat karena sulitnya mendapatkan bahan baku. Pihaknya pun harus memutar otak agar pembangunan bisa berjalan sesuai target.
“Imbasnya untuk pekerjaan terlambat, karena kita harus menunggu material alam. Sejauh ini kita materialnya mengambil dari Bojonegara dan Cigelis untuk batu. Ditambah lagi kondisi cuaca yang sudah memasuki musim hujan, ini menghambat juga,” ujarnya.
Tak sampai di situ, kelangkaan bahan baku juga memicu kenaikan harga sehingga kian membuat para pengusaha jasa konstruksi semakin kesulitan.
“Untuk harga sudah naik 3 kali, kita tidak mempermasalahkan karena sopir memang menunggu sampai 2 malam di tambang, jadi ada tambahan uang jalan. Yang kita keluhkan kelangkaan ini,” tegasnya.
Ia berharap agar adanya kelonggaran waktu yang diberikan dalam proses pengerjaan proyek karena keterlambatan pembangunan yang terjadi diakibatkan adanya permasalahan di material, bukan atas dasar kelalaian.
“Ini dikeluhkan juga oleh teman-teman pengusaha lainnya. Prinsipnya kita siap menyelesaikan pekerjaan sampai akhir,” pungkasnya.
Reporter: Ahmad Rizal Ramdhani
Editor: Agung S Pambudi











