LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Seorang pemuda asal Kabupaten Lebak berhasil mengubah persoalan sampah rumah tangga menjadi peluang usaha yang ramah lingkungan.
Melalui inovasi pengolahan sampah organik, ia mampu memproduksi pupuk kompos yang kini mulai dimanfaatkan masyarakat sekitar.
Berangkat dari keprihatinan terhadap menumpuknya sampah dapur dan daun kering, pemuda bernama Ridwan Purmama., warga Kecamatan Rangkasbitung, mulai mengolah limbah organik sejak awal 2025.
Ridwan mengatakan, proses pembuatan kompos dilakukan dengan metode sederhana menggunakan bahan organik seperti sisa sayuran, buah-buahan, dan dedaunan.
“Nah, sumber pupuk ini kita explore dari pupuk kompos yang kita manfaatkan dari limbah-limbah UMKM,” ujarnya kepada RADARBANTEN.CO.ID, pada Minggu 14 Desember 2025.
Menurutnya, pupuk kompos yang dihasilkan memiliki banyak manfaat, mulai dari menyuburkan tanah hingga mengurangi ketergantungan petani pada pupuk kimia.
Seiring berjalannya waktu, Ridwan mulai mengembangkan usahanya dengan melibatkan pemuda lain di lingkungannya.
“Nah, dari limbah-limbah UMKM ini kita proses menjadi pupuk kompos. Dari situ kita sebar ke petani-petani binaan kita agar menghasilkan produk-produk sayuran yang segar dengan menggunakan prinsip-prinsip organik,” katanya.
Ridwan berharap, upaya kecil yang ia lakukan dapat menginspirasi generasi muda lainnya untuk lebih peduli terhadap lingkungan. Ia menilai pengelolaan sampah tidak harus rumit, asalkan ada kemauan dan konsistensi.
“Maka akan terjadi proses di mana itu jual beli seperti ketika kita ngambil produk sampah ataupun limbah dari UMKM, kita kembalikan lagi berupa sayur-sayuran segar ataupun buah-buah segar,” tuturnya.
Selain berdampak ekonomi, kegiatan ini juga dinilai mampu menumbuhkan kesadaran kolektif masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. “Sampah bukan musuh, tapi bisa jadi berkah kalau dikelola dengan benar,” ucapnya.
Ke depan, Ridwan berencana memperluas produksi pupuk kompos dan menggandeng pemerintah agar program pengolahan sampah organik bisa diterapkan secara lebih luas di Kabupaten Lebak.
Editor: Abdul Rozak











