PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pandeglang mulai mematangkan pembangunan Sekolah Rakyat (SR) yang berlokasi di Desa Koranji, Kecamatan Cadasari, Kabupaten Pandeglang, Banten. Sekolah tersebut ditargetkan menjadi sarana pendidikan bagi warga miskin untuk memutus mata rantai kemiskinan.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Pandeglang, Wawan Setiawan, mengatakan, saat ini proses pematangan lahan telah berjalan selama empat hari dan dikerjakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU).
“Sekolah Rakyat sudah empat hari dalam proses pematangan lahan oleh PU. Mudah-mudahan pematangan ini selesai tanggal 15, hari Senin ini. Setelah itu pembangunan fisik akan dimulai oleh PU Pusat,” kata Wawan Setiawan, Senin 15 Desember 2025.
Wawan menjelaskan, Sekolah Rakyat tersebut hanya dibangun di satu lokasi dengan luas lahan sekitar 10 hektare. Seluruh persyaratan pembangunan, kata dia, telah dipenuhi dan proyeknya disebut sudah masuk tahap lelang.
“Lokusnya di Desa Koranji, Kecamatan Cadasari. Cuma satu saja. Lahannya sekitar 10 hektare, dari persyaratan sudah kita tempuh, tinggal pematangan lalu dibangun,” jelasnya.
Sekolah Rakyat di Pandeglang direncanakan mampu menampung hingga 1.000 siswa dari jenjang SD, SMP, hingga SMA. Peserta didik akan diprioritaskan berasal dari wilayah Pandeglang.
“Rencananya seribu siswa, dari SD sampai SMA. Prioritas dari Pandeglang. Kalau memang masih kurang, bisa dari luar Pandeglang,” jelasnya.
Wawan menegaskan, penerimaan siswa Sekolah Rakyat tidak melalui seleksi akademik. Seleksi dilakukan berdasarkan kondisi ekonomi keluarga.
“Tidak ada seleksi akademik. Yang ada seleksi kemiskinan. Ini khusus untuk desil 1 dan desil 2. Kalau masih belum terpenuhi, baru bisa dipertimbangkan kategori lainnya,” tegas Wawan.
Menurutnya, desil 1 merupakan kategori sangat miskin, sedangkan desil 2 masuk kategori miskin. Adapun desil 3 hingga desil 5 masih masuk kelompok miskin dan rentan miskin, sementara desil 6 sampai desil 10 tergolong sejahtera.
“Tujuan Sekolah Rakyat ini untuk memotong mata rantai kemiskinan. Karena itu yang diprioritaskan adalah keluarga miskin,” katanya.
Wawan mengatakan, hadirnya Sekolah Rakyat di Pandeglang merupakan hasil perjuangan Pemkab Pandeglang, khususnya Bupati Pandeglang, yang aktif berkoordinasi dengan pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Sosial (Kemensos).
“Ini terobosan Pak Prabowo dan Ibu Bupati luar biasa. Ini program rebutan. Ibu Bupati sampai tiga kali ke Mensos. Alhamdulillah Pandeglang dapat Sekolah Rakyat. Ini bukan program yang datang begitu saja, tapi hasil perjuangan,” pungkasnya.
Reporter: Moch Madani Prasetia
Editor: Agung S Pambudi











