SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Kepemimpinan Kapolres Serang, AKBP Condro Sasongko, meninggalkan kesan mendalam bagi jajaran anggotanya. Alumnus Akademi Kepolisian (Akpol) 2005 tersebut dinilai sebagai sosok pemimpin yang banyak memberikan pelajaran dan keteladanan selama memimpin Polres Serang.
“Bagi saya, beliau merupakan sosok guru yang memberikan banyak hal tentang tugas kepolisian,” ujar Kapolsek Cikande, AKP Tatang, Senin (22/12/2025).
Menurut Tatang, AKBP Condro Sasongko merupakan figur pimpinan yang matang dan terbuka. Sebagai bawahan, ia tidak sungkan menyampaikan masukan maupun berdiskusi terkait tugas-tugas kepolisian.
“Bapak Kapolres sering memberikan masukan dan berbagi pengalaman dalam tugas kepolisian. Beliau sangat memahami tugas dan dekat dengan kami,” kata mantan Kasat Intelkam Polres Serang itu.
Kepemimpinan AKBP Condro Sasongko juga dinilai memberi kesan positif bagi masyarakat Kabupaten Serang. Hal tersebut tidak terlepas dari program Ngariung Iman dan Ngariung Aman yang digagasnya. Melalui program tersebut, ia berupaya menghapus sekat antara polisi dan masyarakat.
Ia juga dikenal terbuka dalam menerima kritik serta mendengarkan berbagai persoalan masyarakat. “Bapak Kapolres selalu yakin setiap persoalan bisa diselesaikan melalui diskusi dan silaturahmi. Bahkan, beliau ingin setiap masalah bisa selesai saat itu juga,” ungkap Tatang.
Untuk mencairkan suasana silaturahmi, AKBP Condro Sasongko kerap menyelipkan candaan. Cara tersebut dinilai efektif membuat masyarakat lebih antusias dan terbuka.
“Kalau bercanda memang tidak pernah lepas, tapi beliau sangat serius saat harus bersikap tegas,” ujarnya.
Tatang menilai, pendekatan humanis yang diterapkan AKBP Condro Sasongko berdampak positif terhadap citra kepolisian. Anggota Polres Serang dinilai semakin diterima masyarakat.
“Efek kepemimpinan beliau membuat kami semakin diterima masyarakat. Mereka senang dengan beliau,” katanya.
Ia juga bersyukur selama kepemimpinan AKBP Condro Sasongko, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah hukum Polres Serang tetap terjaga. Salah satu peristiwa yang diingat Tatang adalah penanganan kasus pencabulan di sebuah pondok pesantren tradisional di wilayah Cikande.
“Saat itu masyarakat sudah sangat emosi. Beruntung Pak Kapolres turun langsung dan membawa pelaku dengan mobil dinas. Saya tidak tahu apa yang terjadi jika beliau tidak datang,” kenangnya.
Selain itu, aksi buruh di Kabupaten Serang juga berlangsung tertib dan terkendali. Hal tersebut tidak lepas dari pola komunikasi yang dibangun AKBP Condro Sasongko dengan seluruh elemen buruh.
“Demo kemarin beliau ikut mendampingi sampai akhir,” tambahnya.
Tatang menilai keberhasilan menjaga kamtibmas tidak lepas dari kebiasaan AKBP Condro Sasongko yang rutin bersilaturahmi dan ngopi bersama masyarakat.
“Beliau tidak ingin ada jarak dengan masyarakat. Sosoknya sederhana dan mau mendengar keluh kesah warga,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Kasatreskrim Polres Serang, AKP Andi Kurniady. Ia menilai AKBP Condro Sasongko sebagai sosok teladan yang tidak hanya memberi arahan, tetapi juga contoh nyata dalam melayani masyarakat.
“Beliau tidak hanya memberi perintah, tapi langsung memberi contoh melayani masyarakat dengan ikhlas tanpa mengenal waktu,” ungkapnya.
Menurut Andi, AKBP Condro Sasongko tidak memposisikan diri semata sebagai pimpinan, tetapi juga sebagai rekan kerja, tempat berbagi, sekaligus sosok kakak bagi anggota.
“Di balik sosoknya yang humoris dengan masyarakat, beliau sangat tegas terhadap pelaku tindak pidana,” tutur perwira asal Sulawesi Selatan tersebut.
Untuk diketahui, AKBP Condro Sasongko dalam waktu dekat akan mengakhiri masa jabatannya sebagai Kapolres Serang. Perwira asal Trenggalek, Jawa Timur itu dipromosikan menjadi Kabagbinkar Ro SDM Polda Jawa Barat.
Editor: Mastur Huda











