TANGERANG, RADARBANTEN.CO.ID –Bupati Tangerang, Maesyal Rasyid meninjau lokasi tanah longsor di sempadan Sungai Cidurian yang berada di Kampung Salapajang, Desa Carenang, Kecamatan Cisoka pada Kamis 8 Januari 2026.
Dalam peninjauannya itu, Bupati Maesyal didampingi Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Tangerang Iwan Firmansyah dan jajaran dinas, .
Peninjauan dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi tanah di bantaran sungai yang berisiko longsor dan berpotensi membahayakan keselamatan warga.
Bupati Maesyal mengatakan terdapat enam rumah warga yang berada dalam kondisi rawan akibat kontur tanah yang tidak stabil di pinggiran Sungai Cidurian.
Apalagi, menyusul tingginya curah hujan beberapa waktu yang lalu.
“Ada enam rumah yang berisiko longsor, karena kondisi tanah di sempadan sungai ini tidak stabil,”kata Bupati Maesyal.
Dia juga mengungkapkan bahwa saat ini keselamatan warga menjadi prioritas utama penanganan.
Mengingat kata Maesyal, potensi kenaikan debit air Sungai Cidurian sewaktu-waktu semakin tinggi dan deras alirannya. Sehingga hal itu dapat menggerus tanah di sekitarnya.
“Masyarakat yang tinggal di sini, karena hujan terus turun maka saya khawatir debit Sungai Cidurian meningkat sewaktu-waktu dan menggerus tanah tempat tinggal enam kepala keluarga ini,” ujar Maesyal.
Sementara itu, Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Tangerang, Iwan Firmansyah menerabgu bahwa penanganan teknis di kawasan Sungai Cidurian merupakan bagian dari kewenangan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cidanau–Cidurian–Cisadane (C3) Kementerian PU
“Jadi, untuk penanganan teknis di Sungai Cidurian ini merupakan kewenangan Balai C3. Kami dari Dinas Bina Marga dan SDA Kabupaten Tangerang terus berkoordinasi dan sudah menyampaikan surat kepada Balai beberapa waktu lalu.”terang Iwan.
Iwan menambahkan, sambil menunggu tindak lanjut dari Balai, Pemkab Tangerang bersama kecamatan dan desa terus melakukan pemantauan kondisi lapangan, serta menyiapkan langkah antisipatif.
“Salah satu opsi yang tengah dipertimbangkan ialah kemungkinan melakukan relokasi bagi warga yang terdampak dan berada di zona paling rawan,”tegas Iwan.
Reporter: Mulyadi
Editor: Agung S Pambudi











