CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Kerap dilanda banjir saat musim hujan, empat sekolah dasar (SD) di Kota Cilegon menerima bantuan pompa hisap air dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Cilegon.
Bantuan tersebut diharapkan dapat menjadi solusi jangka pendek untuk meminimalisir genangan air di lingkungan sekolah.
Penyerahan bantuan pompa hisap air dilakukan secara simbolis di SD Masigit 1, Kecamatan Cilegon, Jumat 23 Januari 2025.
Bantuan diserahkan langsung oleh Kepala Dindikbud Kota Cilegon, Heni Anita Susila.
Heni menjelaskan, bantuan tersebut diberikan kepada sekolah-sekolah yang selama ini menjadi langganan banjir.
Empat sekolah penerima bantuan yakni SD Masigit 1, SD Negeri Panggung Rawi, SD Negeri Kedaleman 2, dan SD Negeri Bumi Waras yang tersebar di Kecamatan Cibeber, Jombang, Cilegon, dan Pulomerak.
“Hari ini kami memberikan bantuan pompa hisap air untuk sekolah-sekolah yang sering terdampak banjir. Ada empat sekolah dasar di Kota Cilegon yang menerima bantuan,” kata Heni usai penyerahan bantuan.
Ia mengungkapkan, bantuan pompa hisap air tersebut merupakan hasil donasi sukarela dari seluruh unsur di lingkungan Dindikbud Kota Cilegon.
Donasi dihimpun dari pengawas, penilik, kepala sekolah, pejabat, hingga pegawai Dinas Pendidikan.
“Ini murni sumbangan seikhlasnya dari keluarga besar Dinas Pendidikan. Selama dua hari kami menggalang donasi dan alhamdulillah bisa terkumpul dengan cepat. Ini bentuk kepedulian kami terhadap sekolah yang terdampak banjir,” ungkapnya.
Menurut Heni, penggunaan pompa hisap air ini bersifat jangka pendek sebagai langkah cepat penanganan saat banjir terjadi.
Untuk solusi jangka panjang, pihaknya tengah berkoordinasi dengan sejumlah instansi terkait.
“Untuk jangka pendek mudah-mudahan alat ini membantu. Untuk jangka panjang, kami sedang berdiskusi dengan DPUPR, BPBD, Wali Kota, Wakil Wali Kota, dan Sekda untuk mencari solusi permanen,” jelasnya.
Ia mencontohkan kondisi SD Masigit 1 yang berada di posisi lebih rendah dari lingkungan sekitar, dengan sungai di sisi kanan dan jalan berada di atas area sekolah. Kondisi tersebut menyebabkan air hujan kerap menggenangi area sekolah.
“Mau tidak mau, setiap hujan air akan tertampung di sekolah ini. Salah satu solusi jangka panjangnya adalah meninggikan bangunan sekolah sekitar satu meter,” ujarnya.
Editor Daru











