KABUPATEN TANGERANG, RADARBANTEN.CO.ID — Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, dilaporkan mulai berangsur surut.
Hal tersebut disampaikan Camat Tigaraksa, Cucu Abdurosyied, saat memberikan keterangan pers di Posko Penanganan Banjir, Sabtu tengah malam 24 Januari 2026.
“Alhamdulillah, kondisi di delapan desa yang sebelumnya terdampak oleh banjir saat ini mulai berangsur surut,” ujar Cucu di lokasi.
Cucu juga mengungkapkan, delapan desa yang terdampak banjir tersebut meliputi Desa Pasir Bolang, Matagara, Cisereh, Margasari, Pasir Nangka, Pematang, Sodong, serta Kelurahan Kadu Agung.
Dimana, berdasarkan laporan terakhir hingga pukul 22.00 WIB, sebagian besar wilayah menunjukkan penurunan debit air. Meski ada beberapa titik masih memerlukan penanganan lanjutan.
Untuk di Desa Pasir Bolang, genangan di Kampung Cogrek, Bolang, dan Seglok tercatat turun sekitar 20 hingga 40 sentimeter.
Namun, akses jalan raya di depan kawasan industri PT Rajuli Sukses dan Surya Toto masih tergenang setinggi 40 hingga 50 sentimeter.
“Disini pemerintah hadir menyiagakan dua dapur umum dan memprioritaskan evakuasi karyawan yang terisolasi di sejumlah perusahaan, “ungkap Cucu
Sementara itu, banjir di Desa Matagara yang berdampak pada kawasan Perumahan Mustika dan Pabuaran Hilir mulai surut.
Dimana, empat titik dapur umum disiapkan untuk melayani sekitar 1.350 jiwa terdampak.
Kondisi serupa juga terjadi di Desa Pasir Nangka, di mana genangan air di beberapa perumahan mulai menurun dan empat dapur umum tetap beroperasi.
Selain itu kata Cucu, Desa Cisereh masih menjadi perhatian utama karena ketinggian air di sejumlah lokasi bervariasi antara 30 hingga 100 sentimeter.
Dan distribusi logistik di wilayah ini dilakukan melalui satu dapur umum yang bekerja sama dengan SPPG Tegalsari.
Adapun di Kelurahan Kadu Agung dan Desa Pematang, dampak banjir relatif kecil dengan genangan berkisar 10 hingga 40 sentimeter. Penanganan dilakukan secara mandiri oleh warga dan keluarga terdampak.
“Di Desa Margasari dan Desa Sodong, air dilaporkan telah surut sepenuhnya setelah aliran sungai kembali normal.” ucapnya.
Secara keseluruhan kata Cucu, banjir di Kecamatan Tigaraksa berdampak pada 1.642 kepala keluarga atau sekitar 5.126 jiwa.
Untuk memenuhi kebutuhan dasar warga, pemerintah telah mengoperasikan 11 titik dapur umum di berbagai lokasi.
Cucu menambahkan, untuk wilayah Jeunjing saat ini sudah kembali normal. Dan fokus utama petugas kini tertuju pada Desa Cisereh dan Pasir Bolang yang masih terdampak luapan Sungai Cimanceuri serta Sungai Cipayaeun.
“Kami memohon doa dari seluruh masyarakat agar kondisi cuaca mendukung sehingga situasi segera kembali normal seperti biasanya,” pungkas Cucu.
Editor: Abdul Rozak











