SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Serang memastikan pembangunan gedung SDN Inpres Cikeusal yang terdampak akibat pembangunan Tol Serang-Panimbang dapat dilakukan di tahun ini.
Pasalnya, pihak yang membangun jalan tol dalam hal ini PT WIKA akan segera melakukan pembayaran untuk pembelian lahan yang rencana akan digunakan sebagai lahan relokasi.
Kepala Bidang Pembinaan SD pada Dindikbud Kabupaten Serang, Abidin Nasyar mengatakan, berdasarkan informasi terakhir dari BPKAD Kabupaten Serang, bahwa PT WIKA akan segera melakukan pembayaran untuk pembebasan lahan yang akan digunakan jadi lokasi relokasi gedung SDN Inpres Cikeusal.
“Mudah-mudahan secepatnya lah info terkini dari BPKAD bahwa besok (hari ini) akan ada pembayaran. Setelah ada pembayaran itulah akan dilakukan pembangunan,” katanya, Rabu 28 Januari 2026.
Ia mengungkapkan, lokasi yang akan dibangun gedung SDN Inpres Cikeusal tak jauh dari lokasi gedung sekolah saat ini.
Ia mengatakan, nantinya pihak PT WIKA akan membangunkan gedungnya secara langsung sehingga Pemkab Serang tinggal menerima kunci.
“Jadi pihak jasa marga atau tol yang akan membangun dan kita hanya terima kunci saja,” tegasnya.
Abidin berharap, proses pembangunan bisa segera direalisasikan setelah proses pembayaran dilakukan. Sehingga nantinya, di tahun ajaran baru, gedung SDN Inpres Cikeusal bisa digunakan.
“Jadi mudah-mudahan bisa terkejar dan anak-anak bisa belajar dengan nyaman. Walaupun ketika tidak terkejar pun masih bisa memanfaatkan sekolah yang sedang ada sekaran,” ujarnya.
Mengenai rekomendasi dewan agar Dinas Pendidikan menyiapkan gedung kelas sementara dengan sistem sewa karena gedung saat ini dinilai membahayakan, pihaknya mengaku akan mengkaji terlebih dahulu.
” Ya, nanti kita dengan tim akan melakukan kajian karena sekolah ini butuh nyaman, kemudian juga KBM supaya tidak terganggu. Tentu kita akan cari solusi-solusi yang terbaik seperti apa dan tentu dengan kita juga harus berbicara dengan stakeholder agar bisa berjalan bersama-sama,” pungkasnya.
Editor: Abdul Rozak











