CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Dugaan kebocoran pipa gas di PT Vopax pada Sabtu, 31 Januari 2025, mendapat sorotan serius dari kalangan mahasiswa.
Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sekolah Tinggi Analis Kimia (STAK) menilai insiden ini sebagai bentuk kelalaian dalam penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
Ketua BEM STAK, Syaf’atul Amin, mengatakan dampak yang dirasakan warga, seperti pusing hingga sesak napas, menjadi bukti nyata kegagalan industri dalam menjaga keselamatan publik.
“Kebocoran pipa gas ini menyebabkan masyarakat mengalami pusing dan sesak napas. Ini bukan sekadar insiden teknis, melainkan kelalaian serius dalam penerapan K3 dan kegagalan tanggung jawab industri terhadap keselamatan publik,” ujar Syaf’atul Amin, Sabtu, 31 Januari 2025.
Ia menambahkan, lemahnya pengawasan dan buruknya manajemen risiko menjadi faktor utama yang membuat masyarakat menanggung dampak aktivitas industri.
“Ketika standar K3 tidak mampu mencegah paparan gas berbahaya ke ruang hidup warga, persoalan ini tidak bisa dianggap sepele. Masyarakat menjadi korban dari sistem industri yang abai terhadap keselamatan,” tegasnya.
BEM STAK menuntut dilakukannya audit K3 secara independen dan transparan, serta penindakan tegas terhadap pihak yang bertanggung jawab.
“Kami menuntut audit K3 independen, transparansi hasil investigasi, serta penindakan tegas. Keselamatan rakyat tidak boleh dikalahkan oleh kepentingan produksi. Jika industri tidak mampu menjamin keselamatan, negara wajib hadir dan bertindak tegas,” pungkas Syaf’atul Amin.
Editor: Mastur Huda











