CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Wakil Walikota Cilegon Fajar Hadi Prabowo menilai pengelolaan retribusi parkir di Kota Cilegon masih belum maksimal.
Ia meminta target retribusi parkir tidak terus diturunkan dan mendorong optimalisasi potensi parkir yang selama ini dinilai belum tergarap.
Salah satu kantong parkir yang menjadi sorotan ada di depan Kantor Badan Pengelolaan Keuangan, Pendapatan, dan Aset Daerah (BPKPAD) Kota Cilegon.
Kantung Parkir itu sendiri berada tepat didepan Kantor BPKPAD Kota Cilegon, dengan perputaran kendaraan diperkirakan mencapai ribuang kendaraan.
Kantung parkir tersebut menurut Fajar bisa dimaksimalkan sebagai potensi pendapatan daerah sektor retribusi.
Hal itu disampaikan Fajar kepada wartawan usai menghadiri Rapat Paripurna Penyampaian Rancangan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tahun Anggaran 2027 di DPRD Kota Cilegon, Kamis 16 Juli 2026.
Ia mengatakan, optimalisasi retribusi parkir sebaiknya dimulai dari potensi yang paling mudah dijangkau.
Salah satunya dengan memaksimalkan kantong parkir yang berada di depan Kantor BPKPAD Kota Cilegon.
“Tes aja dulu depan kantor BPKPAD itu, kan banyak kantong parkir. Saya sudah berkali-kali sampaikan. Tolong tes dulu itu. Enggak usah muluk-muluk pasar, itu dulu yang ada di depan mata kita,” ujarnya.
Menurut Fajar, target retribusi parkir tidak seharusnya terus dikoreksi ke bawah. Sebab, jumlah kendaraan bermotor di Kota Cilegon terus mengalami peningkatan setiap tahunnya.
“Kemudian retribusi parkir targetnya jangan diturunin terus, berarti kita nunjukin enggak mampu dong. Orang tiap tahun banyak beli motor, masa targetnya dikurangin. Harus ditingkatkan,” katanya.
Fajar menilai, peningkatan pendapatan daerah harus dimulai dari pemanfaatan potensi yang sudah tersedia sebelum mencari sumber pendapatan baru.
Ia optimistis target pendapatan daerah dari sektor retribusi dapat meningkat apabila seluruh potensi yang ada dikelola secara optimal dan sesuai ketentuan yang berlaku.
“Pasti naik karena dari sisi pertumbuhan, perekonomian sekarang setiap tahun tidak ada yang sama,” ucapnya.
Editor Daru











