SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten mulai mendorong pemerataan investasi ke wilayah Banten Selatan. Langkah tersebut dilakukan menyusul indikasi mulai jenuhnya kawasan Tangerang Raya yang selama ini menjadi pusat utama investasi di Provinsi Banten. Selain itu, wilayah selatan dinilai memiliki potensi sumber daya alam yang menjanjikan.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Banten, Virgojanti, mengatakan investor yang membutuhkan lahan lebih luas perlu diarahkan ke wilayah selatan, terutama setelah adanya dukungan infrastruktur Jalan Tol Serang-Panimbang.
Menurutnya, pemerataan investasi menjadi penting agar pertumbuhan ekonomi tidak hanya terkonsentrasi di wilayah Tangerang Raya.
“Yang penting jangan sampai penuh di sini, ditolak, lalu lari ke provinsi lain. Kalau ada investor yang perlu lahan lebih luas, bicara ke saya, nanti kita undang teman dari selatan,” kata Virgojanti, Rabu, 29 Juli 2026.
Ia menilai, pengembangan kawasan Banten Selatan dapat menjadi alternatif bagi investor yang membutuhkan ruang lebih luas untuk mengembangkan kegiatan usaha.
Selain membuka peluang investasi baru, masuknya investor ke wilayah selatan juga diharapkan mampu meningkatkan penyerapan tenaga kerja lokal.
“Kita sama-sama bikin yang luar biasa, dan yang kerja masih orang Banten juga,” ujarnya.
Berdasarkan realisasi investasi Triwulan II 2026, Kabupaten Tangerang masih menjadi daerah dengan nilai investasi terbesar di Banten. Nilainya mencapai Rp11,63 triliun atau 36,46 persen dari total investasi.
Kota Tangerang berada di posisi kedua dengan realisasi investasi Rp6,28 triliun atau 19,70 persen, disusul Kota Tangerang Selatan sebesar Rp5,40 triliun atau 16,92 persen.
Sementara itu, Kota Cilegon mencatat investasi Rp3,71 triliun atau 11,62 persen, sedangkan Kabupaten Serang sebesar Rp3,55 triliun atau 11,15 persen.
Adapun Kabupaten Lebak mencatat realisasi investasi Rp0,61 triliun atau 1,90 persen, Kota Serang Rp0,54 triliun atau 1,68 persen, dan Kabupaten Pandeglang sebesar Rp0,18 triliun atau 0,66 persen.
Data tersebut menunjukkan aktivitas investasi masih terkonsentrasi di kawasan utara Banten, khususnya Tangerang Raya.
Karena itu, pengembangan infrastruktur di wilayah selatan diharapkan menjadi pintu masuk bagi investasi baru. Kehadiran Tol Serang-Panimbang dinilai mampu meningkatkan aksesibilitas sekaligus membuka peluang pengembangan kawasan industri, pariwisata, pertanian, serta sektor ekonomi lainnya.
Pemprov Banten berharap investor tidak hanya melihat Tangerang Raya sebagai tujuan investasi. Dengan ketersediaan lahan dan dukungan infrastruktur yang semakin baik, Banten Selatan diharapkan mampu menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru.*
Editor : Krisna Widi Aria











