PERNAH mendekam di balik jeruji besi tidak membuat Mat Sehri dan Ferry kapok. Residivis yang telah beraksi di lima tempat kejadian perkara (TKP) itu kembali menggasak motor. Tapi, aksi mereka kembali dihentikan petugas.
Tim Antibandit Polrestabes Surabaya menangkap para pelaku curanmor tersebut di kawasan Lakarsantri pada Sabtu (20/5). Polisi harus melumpuhkan keduanya dengan menembak betis kanan mereka. Sebab, para penjahat itu berusaha kabur.
Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Shinto Silitonga mengatakan, komplotan yang terdiri atas lima bandit tersebut telah beraksi di lima TKP yang berbeda. Wilayahnya tersebar di Surabaya dan Gresik. ”Laporan yang kami terima, ada lima TKP. Tapi, jumlah motor yang dirampas bisa lebih dari lima,” ujarnya, dilansir JawaPos.com.
Mat Sehri ditunjukkan kepada awak media Senin (22/5). Sedangkan Ferry masih dirawat di RS Bhayangkara Polda Jatim. Para pelaku ditengarai telah ”bermain” selama empat bulan.
Shinto menjelaskan, dalam aksi itu para pelaku berbagi tugas. ”Ada yang merusak pagar, membobol kunci, dan melarikan motor,” katanya. Dalam semalam, mereka bisa mencuri tiga motor.
Mat Sehri mengaku menggunakan uang hasil penjualan motor curian untuk mabuk-mabukan dan menambal kebutuhan hidup. Pria 41 tahun itu tidak mengetahui jaringan penadah yang membeli motor rampasannya.
Shinto memaparkan, ada pihak lain yang kebagian tugas mengirim motor curian kepada penadah. Tiga anggota lain komplotan itu kini sedang diburu petugas. Polisi telah mengantongi identitas seluruh pelaku.
Dari tangan tersangka, polisi menyita sejumlah barang bukti. Antara lain 3 kunci L, 2 kunci T, 1 kunci soket, 1 handphone Nokia 1202, dan 1 jam tangan. Juga ada berbagai macam jimat yang dikenakan Mat Sehri saat beraksi.
Polisi juga mengamankan tiga motor rampasan para pelaku. Yakni Honda Vario warna putih yang bernopol S 5412 ZY, Honda Vario warna hitam yang bernopol L6286 PQ, dan Suzuki Satria FU warna abu-abu yang bernopol L 6038 RE beserta STNK masing-masing. ”Jimat yang dipakai para pelaku ini terbukti mentah di hadapan timah panas,” papar Shinto.
Dia menambahkan, menjelang Ramadan hingga Lebaran, pihaknya akan semakin intens menangkap dan mengungkap sejumlah kasus. ”Kami main represif sekarang, jangan main-main dengan tim antibandit,” tegasnya. (mir/c11/fal/JPG)








