MIATI, seorang ibu muda berusia 28 tahun terpaksa terbaring lemah di ruang perawatan Puskesmas Baamang. Ini akibat luka yang menggores wajahnya, usai dijambret saat melintas di Jalan Sukabumi, Baamang, Sampit.
Kejadiannya, bermula pada saat korban ingin membuat Kartu Tanda Penduduk (KTP) di Disdukcapil Kotim Selasa (30/5) pukul 10.00 WIB. Dengan mengendarai sepeda motor, korban melaju dengan kecepatan sedang dari rumahnya Jalan Christopel Mihing menuju Kantor Disdukcapil.
Pada saat melintas di jalan, tiba-tiba dari sebelah kiri, ada pengendara motor yang memepet dirinya, memaksa ingin mengambil tas yang dibawanya. Miati sempat melakukan perlawanan saat dua jambret yang mengendarai sepeda motor terus mengancam dan memaksa dirinya menyerahkan tasnya.
Namun, karena kalah tenaga, akhirnya Miati tak kuat mempertahankan tas yang berisikan handphone dan sejumlah uang. Miati terjatuh dan sempat terserat beberapa meter sebelum akhirnya merelakan tasnya dibawa pejambret yang memaksanya.
“Kondisi jalan sepi waktu itu. Pelaku memepet sambil menarik tas. Ibu itu (korban, red) terlihat sempat melawan, tetapi akhirnya terjatuh dari motor dan terseret,” kata salah seorang saksi mata, Yono, seperti dikutip Kalteng Pos (Jawa Pos Group).
Saat ini korban tidak melaporkan kasus ini ke Polsek Baamang. Karena kondisinya masih syok dan memilih memikirkan kesehatannya terlebih dahulu. Akan tetapi, pihak kepolisian tetap tanggap dengan meminta keterangan dari korban saat diberi perawatan di Puskesmas Baamang. (son/ram/wnd/JPG)








