LEBAK – Sangat miris bila melihat kondisi rumah Sutini (80) yang berada di Kampung Jaura, Desa Rangkasbitung Timur, Kecamatan Rangkasbitung. Betapa tidak, rumah tersebut sudah tak layak untuk ditempati sebagaimana mestinya. Kondisi bangunan sudah usang dan lapuk, apalagi bila hujan turun rumah nenek tua itu akan penuh dengan air.
Sangat disayangkan, rumah nenek Sutini ini luput dari perhatian Pemkab Lebak, karena lokasinya tidak jauh dari pusat perkotaan hanya beberapa menit saja untuk sampai ke kota Rangkasbitung.
Nenek tua ini mengaku, sebenarnya pernah ada pendataan untuk mendapatkan bantuan yang akan diberikan oleh Dinas Sosial, tetapi hingga saat ini bantuan tersebut belum dirasakannya.
“Sebenarnya dulu pernah di data oleh Dinas Sosial. Seluruh rumah saya di foto dan dimintai fotocopy KTP dan KK (Kartu Keluarga),” kata Sutini, Minggu (27/8).
Menyedihkannya lagi, bila musim penghujan hujan telah tiba, nenek Sutini sangat kebingungan mencari tempat berteduh agar tidak kehujanan, karena atap rumahnya yang sudah lapuk tidak bisa menahan air hujan yang turun.
“Kalau hujan, saya nyari tempat yang tidak bocor. Karena kalau hujan rumah saya penuh dengan air, atapnya sudah pada bolong,” ujar nenek usia 80 tahun ini.
Sutini juga mengaku, rumahnya sering kemasukan binatang. Memang belakang dapurnya masih seperti hutan, mangkanya dengan kondisi rumah yang banyak bolong ini, para binatang dengan mudah masuk kerumahnya.
“Pernah beberapa kali rumah saya dimasuki oleh ular. Ya pasti takut, saya minta tolong ke tetangga untuk mengusirnya,” Kata Sutini.
Sutini berharap, pemerintah kabupaten lebak bisa memberikan sedikit perhatian kepada rumahnya yang sudah tidak layak huni itu. (Omat/twokhe@gmail.com).










