CILEGON – Kapal Motor Penumpang (KMP) Portlink-5 milik PT ASDP Indonesia Ferry terbakar di jalur perairan Pelabuhan Merak-Bakauheni, Lampung, Selasa (26/11).
Kebakaran tersebut pertama kali diketahui terjadi di ruang mesin. Diduga pemicu kebakaran adalah arus pendek listrik. ABK KMP Portlink-5 langsung melaksanakan penanggulangan terhadap kebakaran mengirimkan distress signal, dan menyalakan smoke serta melempar lima dummy.
Meski penanganan awal sudah dilakukan oleh ABK dan nakhoda, peristiwa tersebut tetap menelan korban. Dari 77 orang penumpang, lima orang alami luka ringan, luka berat tiga orang, hilang 17 orang, dan meninggal 15 orang.
Setelah menerima laporan dari nakhoda, tim gabungan dari TNI Angkatan Laut, Basarnas Banten, Polairud Polda Banten, dan tim medis langsung melakukan evakuasi.
Korban luka baik ringan maupun berat diberikan penanganan kesehatan awal, kemudian dilarikan ke rumah sakit. Sedangkan korban meninggal dunia, dilakukan identifikasi korban. Selain itu, petugas pun mencari korban tenggelam.
Rangkaian peristiwa tersebut merupakan rangkaian latihan pencarian dan pertolongan (SAR) di laut yang diselenggarakan oleh TNI AL bekerjasama dengan Basarnas dan Polairud Polda Banten.
“Latihan untuk meningkatkan kemampuan, karena Banten rentan dengan bencana. Kita menyiapkan diri, kita tidak tahu kapan bencana terjadinya. Saat terjadi unsur saat ini sudah siap,” ujar Danlantamal III Brigjen TNI (Mar) Hermanto di Pelabuhan Indah Kiat, Selasa (26/11).
Menurutnya, pada latihan ini sekira 420 personel gabungan terlibat. Ke depan, menurutnya, jumlah personel yang dilibatkan akan lebih banyak.
Sementara itu, Kasubsi Sumberdaya Sarana dan Praasrana Basarnas Banten Nono W menuturkan, latihan gabungan ini bertujuan untuk melatih kemampuan serta sinergitas antar semua pihak.
“Dengan seperti ini, saat peristiwa terjadi, semua pihak yang terlibat telah siap, tahu apa yang harus dilakukan dan seperti apa tindakannya,” tuturnya. (Bayu Mulyana)









