SERANG – Berjualan bendera dan pernak-pernik hari kemerdekaan di tengah Pandemi Covid-19 tetap harus dijalani. Meskipun, dalam dua tahun terakhir mengalami penurunan pendapatan.
Hal ini di alami salah satu pedagang bendera dan pernak pernik hari kemerdekaan di Jalan Jenderal Sudirman, Ciceri, Kota Serang, Edi (42) saat berbincang, Selasa (3/8).
Pria asal Cirebon, Jawa Barat itu sudah tiga tahun datang ke Kota Serang bersama dengan sembilan rekannya. Memanfaatkan moment Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) untuk mengais rezeki.
Di tahun 2019, pendapatan Edi selama 20 hari berjualan bisa meraup omset sampai dengan Rp10 juta. Sejak pandemi 2020 omset menurun menjadi Rp7 juta. Bahkan, di tahun 2021 sepekan berjualan baru laku empat pcs bendera. “Jauh banget turunnya. Saya baru laku 4 pcs bendera dari tanggal 28 Juli 2021,” ujar Edi.
Dua keputusan pemerintah Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), dan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) membuat Edi dan rekannya terdampak secara ekonomi. “Biasanya 10 hari lagi (17 Agustus), dari tanggal 8 sekarang belum terlalu rame,” katanya.
Harga jual dagangan relatif tak berubah dari tahun sebelumnya. Mulai dari yang terendah Rp35 ribu sampai dengan Rp50 ribu untuk bendera berbagai ukuran. Lain halnya dengan pernak-pernik lainnya. “Kita enggak masalah PPKM dan PSBB asalkan, tapi ya memang berpengaruh,” terangnya.
“Pengaruhnya, kan kantor, sekolah pada tutup. Jadi, kita nunggu yang belinya agak lama. Semoga corona usai,” tambah Edi sambil mengerutkan dahi.
Sementara itu, Burhan (40) pedagang lainnua mengaku mengalami kondisi serupa dengan Edi. Sejak tiba di Kota Serang penjualannya jauh berbeda dengan tahun sebelumnya. “Tahun ini turun. Beda pokoknya dengan tahun lalu,” katanya.
Burhan mengaku terpaksa tetap berjualan meskipun di tengah pandemi Covid-19, karena untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. “Ini usaha tahunan, kalau biasanya kerja serabutan di kampung,” terangnya. (Fauzan Dardiri)











