Bersumber dari laman website Direktorat Jenderal (Ditjen) Kebudayaan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), fungsi Sungai Cibanten sebagai jalur transportasi didukung beberapa penemuan cagar budaya yang berada di sepanjang aliran Sungai Cibanten.
Pertama, Banten Girang. Situs Banten Girang terletak di Kampung Telaya, Desa Sempu, Kota Serang. Letaknya sekira 10 kilometer di sebelah selatan Pelabuhan Banten sekarang, di pinggiran Kota Serang.
Di tempat tersebut terdapat suatu situs purbakala, peninggalan kerajaan Sunda yang pernah ada antara tahun 932 dan 1030 Masehi.
Kedua, Masjid Kuno Kaujon. Sejarah berdirinya Masjid Kuno Kaujon belum diketahui dengan pasti. Menurut keterangan Ketua DKM Masjid Kuno Kaujon Mukmin Satari angka tahun 1936 yang terdapat di dinding masjid bukan merupakan tahun pendirian tetapi tahun renovasi.
Masjid lebih dahulu berdiri dibandingkan pembangunan jembatan Kaujon yaitu tahun 1875.
Sejak tahun 1936 hingga 2002, Masjid Kuno Kaujon telah mengalami banyak renovasi. Seperti, pagar, jendela, gudang, ruang salat ibu-ibu dan lainnya.
Ketiga, Gua Kaujon. Selain Masjid Kuno Kaujon, pada lokasi ini juga telah ditemukan sebuah gua atau bungker yang berada di bawah areal pemukiman warga dan tepat berada di sebelah aliran Sungai Cibanten.
Kondisi gua atau bungker saat ditemukan telah tertutup oleh ranting-ranting pepohonan. Bangunan bungker tersebut memiliki ukuran yang tidak terlalu besar dan hanya muat untuk satu orang saja.
Bangunan yang diperkirakan sebagai bungker tersebut dibuat dengan cara memahat batu cadas sedemikian rupa sehingga membentuk sebuah ceruk berbentuk segi empat yang diukir dengan halus.











