Temuan makam kuno ini terletak di Kampung Kradenan, Desa (Kelurahan) Kasunyatan.
Di sepanjang Sungai Cibanten yang melewati Desa Kasunyatan memang banyak ditemukan aktifitas pembuatan batu bata. Salah satu dampak positifnya yaitu banyak temuan arkeologis yang ditemukan, makam kuno Kenari.
Kesembilan, Masjid Kasunyatan. Masjid ini letaknya di Jalam Raya Pelabuhan Karangantu Kelurahan Kasunyatan, Kecamatan Kasemen, Kota Serang sekira 2 kilometer sebelah selatan Masjid Agung Banten atau sekira 7 kilometer dari kota Serang.
Masjid ini berada diatas tanah seluas kurang lebih 2544 meter. Tidak terdapat data mengenai tahun pembangunan masjid, namun berdasarkan cerita masyarakat masjid ini didirikan oleh guru spiritual Maulana Muhammad pertengahan abad XVI.
Kesepuluh, temuan dugaan dermaga. Ditemukan tak jauh dari lokasi Masjid Kasunyatan. Struktur bata yang diperkirakan sebagai dermaga tersebut memanjang ke arah tepian bekas Sungai Cibanten.
Struktur tersebut masih bisa diamati hingga kini, namun kondisinya tidak terawat dan telah tertimbun tanah sehingga sulit melacak keberadaannya. Selain tertutup tanah, pada bagian atas dermaga juga telah tertutup pepohonan.
Kesebelas, Keraton Kaibon. Ditinjau dari namanya (Kaibon = Keibuan), keraton ini dibangun untuk ibunda Sultan, Ratu Aisyah mengingat pada waktu itu, sebagai Sultan ke 21 dari kerajaan Banten, yaitu Sultan Maulana Rafiudin masih sangat muda (berumur lima tahun) untuk memegang tampuk pemerintahan.
Keraton Kaibon ini terletak di Kampung Kroya, Kelurahan Kasunyatan, Kecamatan Kasemen. Keraton ini dibangun pada tahun 1815 dan menjadi keraton kedua di Banten setelah Keraton Surosowan.
Keraton Kaibon dibangun menghadap barat dengan kanal dibagian depannya. Kanal ini berfungsi sebagai media transportasi untuk menuju ke Keraton Surosowan yang letaknya berada di bagian utara.
Tahun 1832 Keraton Kaibon dihancurkan oleh pihak Belanda yang dipimpin oleh Gubernur VOC saat itu, Jendral Daen Dels. Keraton yang berdiri di tanah seluas mencapai 4 hektar ini, dibangun menggunakan batu bata yang terbuat dari pasir dan kapur. Walaupun telah hancur, beberapa reruntuhan di keraton ini masih terlihat pondasi dan pilar-pilar yang utuh. (Fauzan)
TULISAN BAGIAN PERTAMA : Sungai Cibanten, Dulu Pendukung Transportasi Kesultanan (1)











