SERANG,RADARBANTEN.CO.ID – Pemerintah Kecamatan Pabuaran memberikan apresiasi terhadap program Pemerintah Desa Sindangheula yang menyalurkan bantuan biaya pendidikan ke siswa yang berprestasi.
Program tersebut dinilai mampu meningkatkan motivasi bagi anak-anak yang saat ini masih menimba ilmu di lembaga pendidikan.
Camat Pabuaran Idhamdanal mengatakan, saat ini baru ada satu desa yang menerapkan program tersebut di wilayah Kecamatan Pabuaran.
“Baru satu desa ini yang melaksanakan kegiatan khususnya pengembangan SDM untuk anak-anak sekolah. Karena anak-anak sekolah ini untuk masa depan, karena nanti mereka yang akan menggantikan kita,” katanya, Selasa 27 Juli 2023.
Ia juga mengapresiasi langkah yang dilakukan oleh Pemdes Sindangheula yang telah memulai program tersebut. Selama ini wilayah Kecamatan Pabuaran belum ada desa yang menggunakan anggaran desanya untuk hal tersebut.
“Ke depan kita harapkan ada terobosan dari desa-desa yang lain karena pilot projectnya baru Sindangheula,” jelasnya.
Menurutnya, pembangunan desa bukan hanya pembangunan fisik, melainkan pembangunan sumber daya manusia juga harus dikejar. “Tentu harus disesuaikan dengan kebutuhan desa masing-masing,” imbuhnya.
Lebih lanjut ia berharap agar kegiatan tersebut dapat terus berlanjut dan berjalan lancar guna dapat memberikan memotivasi kepada anak-anak.
Sebanyak 198 siswa berprestasi mendapatkan bantuan biaya pendidikan dari Pemerintah Desa (Pemdes) Sindangheula, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang.
Bantuan tersebut diberikan kepada anak-anak yang mendapatkan prestasi di kelasnya, seperti memperoleh peringkat satu sampai tiga.
Penyerahan beasiswa dilakukan di Kantor Desa Sindangheula, Selasa, 27 Juni 2023. Anak-anak sekolah dan orang tuanya sudah berkumpul di Kantor Desa Sindangheula.
Kepala Desa Sindangheula, Suheli mengatakan, pemberian bantuan biaya pendidikan tersebut guna meningkatkan motivasi anak-anak yang tengah mengenyam pendidikan.
“Untuk meningkatkan semangat dari anak-anak untuk menuntut ilmu. Saya merasa terketuk untuk memberikan perhatian secara khusus, karena dulu saya pernah menjadi guru dan kepala sekolah juga,” katanya. (*)
Reporter: Ahmad Rizak Ramdhani
Editor: Aas Arbi











