SERANG, RADRABANTEN.CO.ID – Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Banten saat ini telah membuka posko pengaduan bagi masyarakat yang di wilayahnya mengalami kekeringan akibat fenomena El Nino.
Posko tersebut dibentuk guna meminimalisasi dampak yang ditimbulkan oleh El Nino dan memberikan pertolongan kepada masyarakat yang wilayahnya terdampak kekeringan.
Sekretaris PMI Provinsi Banten, Rahmat Fitriadi mengatakan, ada tiga Kecamatan di Kabupaten Serang yang jadi atensi pengawasan lantaran memiliki risiko yang tinggi mengalami kekeringan.
“Banyak titik kekeringan namun wilayah Pontang, Tirtayasa, dan Tanara menjadi prioritasnya. Karena, di wilayah Serang Utara itu lebih banyak Desa yang mengalami kekeringan dibandingkan wilayah lainnya,” katanya, Jumat, 11 Agustus 2023.
Ia mengatakan, pihaknya sudah melakukan pemetaan dan melakukan pendataan terhadap sumber daya manusia (SDM) dan peralatan yang ada di PMI Banten guna meminimalisir dampak kekeringan.
“Sudah kita mapping semua, tinggal nanti pergerakan kita dari PMI Provinsi Banten harus merespons secepat mungkin. Semoga semua wilayah kebagian, dan krisis kekeringan ini bisa teratasi dengan baik,” jelasnya.
Ia mengaku, ketersediaan air bersih di PMI Provinsi Banten masih cukup banyak. Selain itu, terdapat empat mobil tangki yang disiapkan dengan kapasitas lima ribu liter, serta 14 mobil untuk kebutuhan bantuan lainnya.
Pihaknya juga sudah membentuk relawan untuk turun ke lapangan memantau wilayah yang harus diprioritaskan mendapatkan bantuan.
“Sudah tiga hari kita memberikan bantuan ini, relawan kita turun ke lapangan untuk memastikan laporan yang kami terima apakah benar atau tidak. Kemudian, kita juga menyiapkan kebutuhan air dibeberapa sumber supaya bantuan ini berjalan terus,” ujarnya.
Ia menegaskan, untuk mendapatkan bantuan penyaluran air bersih tidak lah susah. Masyarakat tinggal membuat laporan secara lengkap ke pihak akecamatan.
Kemudian, Kecamatan melaporkannya ke PMI Kabupaten/Kota, untuk nantinya disampaikan ke PMI Provinsi Banten.
“Setelah laporan masuk ke kami, nanti akan kami mapping wilayah mana yang harus diprioritaskan terlebih dahulu, baru bantuan akan segera dikirimkan. Jadi, tidak ada sistem atau persyaratan apa pun untuk dapat bantuan itu, cukup melapor saja,” pungkasnya. (*)
Reporter: Ahmad Rizal Ramdhani
Editor: Agus Priwandono











