SERANG, RADARBANTEN.CO.ID-Bursa Pemilihan Gubernur (Pilgub) Banten saat ini kian memanas, beberapa nama pun udah mulai muncul mulai dari Mantan Walikota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany.
Ketua DPW PKS Banten Gembong R Sumedi dan bahkan ada dua tokoh mantan Gubernur Banten yakni Rano Karno dari PDI Perjuangan dan Wahidin Halim dari NasDem yang turut meramaikan bursa Pilgub Banten.
Namun, hingga kini Partai Gerindra belum membocorkan nama yang akan mereka usung pada Pilgub maupun Pilkada di Banten. Padahal mereka sudah menjadi partai pemenang dengan perolehan suara dan kursi terbanyak di Pileg 2014 dan 2019.
Akademisi sekaligus pengamat politik dan kebijakan publik dari Unsera, Ahmad Sururi memandang bahwa hal itu dikarenakan Gerindra masih mencari tokoh yang bisa maju pada Pilgub Banten nanti.
Katanya, Gerindra telah kehilangan salah satu kader terbaiknya yang digemborkan akan maju pada Pilgub nanti yakni Ketua DPD Gerindra Banten Desmond J Mahesa.
“Sepeninggal Desmond, iya masih mencari,” kata Sururi kepada RADARBANTEN.CO.iD, Senin 21 Agustus 2023.
Sururi mengatakan, pasca wafatnya Desmond, Gerindra saat ini belum lagi memiliki tokoh yang berpotensial untuk maju pada Pilgub Banten.
“Belum ada tokoh/figur dari Gerindra kompetitif dalam perhelatan Gubernur di Banten,” ucapnya.
Ia menerangkan, Nasdem dan Wahidin Halim (WH) kepentingannya simbosis mutualisme, masing-masing saling menguntungkan. WH punya rekam jejak dan record yang cukup bagus di Banten sehingga wajar jika dipercaya jadi calon gubernur dan misi memenangkan Nasdem di Banten. Sama halnya dengan Airin dan Rano Karno.
“Berbeda dengan Nasdem, Gerindra untuk saat ini tidak dalam posisi menunjuk calon gubernur, Gerindra sepertinya fokus pada pileg dan pilpres utk memenangkan Prabowo di Banten,” terangnya.
Dengan kondisi seperti itu, Sururi memandang bahwa besar kemungkinan nanti Gerindra akan berlabuh atau berkoalisi dengan partai lain dalam mengusung calon pada Pilgub Banten nanti.
Namun, Gerindra juga bisa menjadi kuda hitam karena masih memiliki salah satu kader terbaiknya yakni Sufmi Dasco Ahmad yang menjabat sebagai Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia. Menurutnya, suara Dasco hanya unggul di dapil Banten 3, dan berat di Banten 1 dan 2.
“Gerindra punya posisi tawar yang bagus untuk berkoalisi dengan parpol manapun. Bergabungnya Golkar, PAN, PKB di koaliasi meniscayakan koalisi dapat terjadi di Banten. Sehingga Gerindra bisa menjadi kuda hitam, namun berat peluangnya,” pungkasnya. (*)
Reporter: Yusuf Permana
Editor: Agung S Pambudi











