SERANG, RADARBANTEN.CO.ID- Geliat masyarakat dalam menyongsong waktu penilaian dalam Lomba Kampung Bersih dan Aman (LKBA) Kabupaten Serang 2023 terus menggelora.
Salah satunya yang terjadi di lingkungan Kampung Peusar RW 07 Desa Kubang Baros, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang. Meski di tengah panas terik cuaca, tak menyurutkan semangat warga bergotong royong untuk menata lingkungannya agar siap menyambut penilaian LKBA 2023 yang sebentar lagi akan dilaksanakan.
Pantauan di lokasi, warga dengan peralatan yang mereka bawa dari rumahnya masing-masing berkumpul di jalan akses menuju lokasi wisata Curug Betung yang mendapatkan Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2023.
Mereka kemudian membersihkan jalan tersebut dari rerumputan dan juga sampah-sampah yang berserakan.
Bahkan warga juga terlihat merapihkan tanaman-tanaman hias dan juga Tanaman Obat Keluarga (Toga) yang susah dibariskan disepanjang jalan akses tersebut.
Kasi kesejahteraan sosial Desa Kubang Baros Nusdi mengatakan pihak desa sengaja menunjuk RW 07 sebagai lokasi yang akan mewakili Desa Kubang Baros untuk mengikuti LKBA 2023 guna untuk membangkitkan kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungannya.
Hal tersebut mengingat RW 07 memiliki potensi wisata curug betung yang notabennya mendapatkan penghargaan ADWI pada 2023.
“Ada wisata Curug Betung, masyarakat antusias sekali karena dapat menggerakkan perekonomian masyarakat sekitar,” katanya saat ditemui di lokasi Selasa 22 Agustus 2023.
Menurutnya, dengan mendapatkan nominasi ADWI 2023, akan mendongkrak kunjungan wisatawan ke Curug Betung. Untuk itu, warga harus sudah sadar wisata dengan membuat lingkungannya bersih dan indah agar wisatawan betah ketika berkunjung ke sana.
“Masyarakat harus menjaga kebersihannya. Kami harap dengan kesadaran masyarakat menjaga lingkungan dapat membuat nyaman para wisatawan dan membuatnya tertarik untuk kembali lagi,” jelasnya.
Untuk mencapai hal tersebut, pihaknya tentunya akan menyiapkan lingkungannya agar siap saat penilaian yang akan dilaksanakan sebentar lagi.
“Yang dipersiapkan bersih-bersih jalan, menghias pos ronda, bikin pagar agar terlihat indah termasuk melengkapi peralatan di pos ronda,” jelasnya.
Pihaknya pun bersyukur, karena di lokasi tersebut, budaya gotong royong dimasyarakat masih kental sehingga penataan dapat dilaksanakan dengan cepat.
“Alhamdulillah untuk gotong royong masih tinggi, baik ibu-ibu sama bapa-bapak kesadaran untuk bergotong royong masih tinggi,” terangnya.
Lebih lanjut ia berharap agar pada tahun ini, pelaksanaan LKBA dapat berjalan dengan lancar dan kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungannya semakin meningkat. Kondisi tersebut diharapakan dapat mengembangkan desa wisata yang saat ini sedang dirintis.
“Tentu harapan kita agar kampungnya lebih aman, indah juga lebih bersih seperti kampung di desa wisata lain jadi ketika masuk ke kampung nyaman dan aman,” pungkasnya. (*)
Reporter: Ahmad Rizal Ramdhani
Editor: Agung S Pambudi










