TANGERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Banjir yang kerap melanda perumahan Cimone Mas Permai II, Kelurahan Cimone, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang dikeluhkan warga.
Hal itu akibat buruknya drainase yang ada pada wilayah perumahan tersebut. Alhasil, perumahan tersebut kerap dilanda banjir meskipun diguyur hujan dengan intensitas rendah.
Hal itu terungkap saat kegiatan kerja bakti yang dilakukan Bidang Operasional dan Pemeliharaan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) bersama warga Cimone Mas Permai II, Kamis, 28 September 2023.
Ketua RW Perumahan Cimone Mas Permai II, Acto Pambudi mengatakan, musibah banjir kerap melanda wilayah tersebut lantaran letak tempat tinggal warga lebih rendah dari Jalan Proklamasi dan beberapa RW sekitar. Alhasil, wilayah dengan jumlah penduduk 826 tersebut terkena imbas aliran air ke saluran-saluran.
“Jadi kita ini (perumahan) posisinya kayak mangkok. Aliran air dari atas itu masuk ke saluran air kita. Nah ini meliputi juga masuk ke RT 1, 2, 3, 4, 5, dan 7,” ujarnya.
Acto mengatakan, setelah diperiksa aliran air tersebut berujung ke RT 7 dan memutar kembali ke area depan perumahan.
Alhasil, pihaknya bersama warga berdiskusi untuk bersama untuk mencari solusi memecahkan masalah banjir yang sudah berlangsung sejak 1990 ini.
“Nah setelah kita berdiskusi, rencananya akan dibuat sodetan untuk menanggulangi banjir atau genangan. Nanti kami akan mengajukan u-ditch (drinase) agar saluran air ini lebih lebar sehingga nanti berujung ke Kali Sabi dan sinergitas dengan Dinas PUPR juga sedang kita komunikasikan dengan RW lainnya,” tambahnya.
Ketua Fraksi PDI Perjuangan Kota Tangerang Andri S Permana menyebutkan, upaya yang dilakukan Bidang Operasional dan Pemeliharaan Dinas PUPR ini patut di-support. Sebab, dengan adanya kolaborasi ini mampu membangunkan kesadaran masyarakat tentang menjaga kebersihan lingkungan.
“Apalagi sekarang menjelang musim penghujan, jadi kita lihat bersama Bidang Operasional dan Pemeliharaan Dinas PUPR melakukan inisiasi normalisasi drainase pada akhirnya patut diberikan penghargaan. Sebab, tidak hanya menjalankan tupoksi, tapi melakukan mitigasi, assessment potensi titik genangan, dan banjir ini bisa dijadikan rujukan data,” ujarnya.
Andri menyatakan, rujukan tersebut nantinya pasti dapat melakukan kebijakan, program dan intervensi kegiatan yang perlu dibangun di wilayah itu. Tak hanya itu, dengan begitu dapat menjadi contoh kepada organisasi perangkat daerah (OPD) lainnya yang tidak hanya menjalankan tupoksi.
“Namun juga tentu menjalankan edukasi dan penyadaran kepada masyarakat. Melakukan pengerukan sedimentasi, di beberapa titik yang disebut menjadi pendekatan awal serta nantinya membuat saluran air lebih bagus agar aliran lebih cepat ke luar wilayah ini,” Imbuhnya.
“Kadang kita suka lupa di musim panas yang hari ini suhu 36 derajat, bahwa ada bagian OPD di Kota Tangerang tetap melakukan upaya ini. Bagi saya ini pastinya tidak akan serta merta dinikmati masyarakat hari ini, tapi ketika musim penghujan akan dirasakan,” pungkasnya.
Reporter: Angger Gita Rezha
Editor : Aas Arbi











