SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Seperti DKI Jakarta yang mempunyai Trans Jakarta, Provinsi Banten juga bakal memiliki Trans Banten. Rencana pengadaan moda transportasi publik itu sudah ada sejak 2020 lalu. Bahkan, sebagai sarana penunjangnya, Pemprov Banten telah membangun sejumlah halte untuk mendukung bus Trans Banten.
Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Provinsi Banten, Tri Murtopo mengatakan, Bus Rapid Transit (BRT) ini rencananya akan dibangun di tiga koridor yakni Kota Serang, Kabupaten Serang, dan Kota Cilegon. Pengoperasian BRT Trans Banten dilakukan untuk membenahi moda transportasi massal di tiga wilayah tersebut. “Rencananya 2025,” ujar Tri.
Ia memaparkan, koridor satu bus Trans Banten akan dibangun mulai dari rute perumahan Pondok Cilegon Indah (PCI), Kota Cilegon melalui Kota Serang hingga ke Cikande, Kabupaten Serang. Selanjutnya, koridor dua dari depan Perumahan Alamanda Trondol, Kota Serang, melalui Jalan Syekh Nawawi Al Bantani ke depan Kampus Untirta, Sindangsari, Kabupaten Serang. Kemudian untuk koridor tiga dari Kawasan Banten Lama, Kota Serang melalui jalan Lingkar Selatan Ciracas, ke Baros, Kabupaten Serang.
Tri menerangkan, pembangunan halte untuk menunjang bus Trans Banten itu akan rampung tahun ini. Rutenya juga akan diintegrasikan dengan transportasi publik lainnya seperti stasiun kereta api (KA) dan terminal bus yang melayani penumpang keluar daerah Banten.
Meskipun begitu, pengadaan bus untuk Trans Banten itu tak bisa dilakukan dalam waktu dekat lantaran disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah. “Tahap pertama kita akan mengoprasikan bus yang kecil dahulu. Nanti sudah banyak (penggunanya) akan pakai bus besar,” terang Tri.
Rencananya, BRT Trans Banten akan menerapkan subsidi kepada penumpang. Dengan harapan, masyarakat lebih banyak menggunakan transportasi publik ketimbang kendaraan pribadi.
Reporter: Rostinah
Editor: Aditya











