PANDEGLANG,RADARBANTEN.CO.ID-Ratusan warga Pandeglang terdampak bencana gempa bumi yang rumahnya mengalami rusak berat kena PHP (Pemberi Harapan Palsu) oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Ratusan korban bencana gempa bumi berkekuatan Magnitudo 6,7 skala richter yang terjadi pada 14 Februari 2022 lalu menjadi korban PHP, karena semula dijanjikan akan diberikan bantuan stimulan senilai Rp50 juta untuk rumah rusak berat oleh BNPB. Namun, ternyata tidak direalisasikan hingga akhir tahun 2023.
Padahal awalnya BNPB menjanjikan akan memberikan bantuan stimulan kepada korban bencana gempa bumi yang mengalami rusak sedang dan rusak berat pada tahun 2022 lalu. Namun tidak satu pun rumah warga korban bencana gempa bumi di Pandeglang yang diberikan bantuan stimulan oleh BNPB.
Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD-PK) Kabupaten Pandeglang Wawan Munawar mengatakan, jumlah korban bencana gempa bumi yang awalnya akan diberikan bantuan stimulan oleh BNPB sebanyak 153 unit rumah.
“Korban bencana menunggu bantuan hampir dua tahun karena kan awal 2022 kejadiannya dan sekarang sudah mau akhir 2023. Hampir dua tahun ya maklumlah kalau korban bencana saat ini sudah ada yang membangun, kan nunggu lama karena di PHP sama pusat,” katanya kepada RADARBANTEN.CO.ID, Senin 6 November 2023.
Sebetulnya, pasca kejadian BPBD Pandeglang sudah melaporkan dan mengajukan permohonan kepada BNPB. Pengajuan itu dilayangkan dari bulan Mei 2023.
“Ketika berkas sudah lengkap semuanya, diminta oleh BNPB untuk diverifikasi lagi, lalu diverifikasi lagi. Sampai akhirnya awal Januari 2023, saat saya masuk ke BPBD saya langsung ke pusat ke BNPB menanyakan progres korban bencana gempa bumi, kita menyampaikan kan wapres ada ke sini namun alokasi anggaran buat korban bencana Pandeglang dipindahkan ke korban bencana di Cianjur,” katanya.
Setelah dari pusat tidak ada progres, akhirnya awal tahun 2023, BPBD Pandeglang melalui surat Ibu Bupati Pandeglang Irna Narulita mengajukan bantuan penanganan korban bencana gempa bumi kepada Pemprov Banten.
“Satu bulan kemudian direspon, artinya cepat lah responnya oleh temen-temen provinsi. Dari jumlah usulan 153 unit yang ditangani tahun ini sebanyak 42 unit dan sisanya informasinya ditangani tahun depan,” katanya.











