SERANG,RADARBANTEN.CO.ID – Ratusan siswa di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kota Serang ikuti sekolah kebangsaan untuk melawan hoaks dan ujaran kebencian jelang Pemilu 2024.
Kegiatan sekolah kebangsaan itu digelar oleh Tular Nalar Provinsi Banten, MAN 1 Kota Serang dan Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) Provinsi Banten.
Founder Sultan Creative Centre Aji Bahroji memgatakan, hoaks merupakan virus dalam pemilihan umum yang harus dilawan. Terlebih, pada pemilih pemula yang dinilai rentan disusupi berita bohong.
“Generasi milenial, yang merupakan pemilih pemula adalah pemilih terbanyak Pemilu 2024. Sehingga dibutuhkan peran aktif seperti kegiatan Tular Nalar, untuk menghalau segala bentuk penyusupan informasi hoaks dan fitnah melalui media sosial dan internet yang merugikan pesta demokrasi lima tahunan,” ujarnya, Rabu 15 November 2023.
Koordinator Tular Nalar Provinsi Banten Yoki Yusanto mengatakan, sekolah kebangsaan merupakan agenda penting untuk mencegah penyebaran hoaks dan ujaran kebencian jelang Pemilu.
“Tujuannya adalah untuk meningkatkan kemampuan peserta dalam memilah dan membedakan berita hoak dan berita benar,” kata Yoki.
Yoki mengaku, sekolah kebangsaan itu setidaknya diikuti oleh 100 siswa yang sudah memiliki KTP.
“Tular Nalar 3.0 ini merupakan program yang ketiga kalinya diadakan di Banten. Program ini melibatkan 100 peserta yang sudah memiliki KTP pemilu 2024,” katanya.
Yoki menjelaskan, para peserta dilatih oleh mahasiswa ilmu komunikasi Universitas Terbuka yang telah diberikan pelatihan khusus oleh Mafindo.
Menurutnya, peserta diajarkan untuk mengenali ciri-ciri berita hoaks, cara mengecek kebenaran berita, dan cara melaporkan berita hoaks.
“Setelah pelatihan ini, peserta diharapkan dapat menyebarkan informasi yang mereka peroleh kepada teman sekolah dan tetangganya. Nanti akan ada tracking melalui WhatsApp Grup (WAG) untuk mengevaluasi bagaimana perkembangan mereka,” ucapnya.
Pihaknya berharap, program tersebut nantinya dapat memberikan dampak yang positif bagi masyarakat Banten.
“Kami berharap program ini dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat Banten dalam mencegah penyebaran hoaks dan ujaran kebencian menjelang Pemilu,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Sekolah MAN 1 Kota Serang A Amrudin mengaku, pihaknya menyambut baik adanya kegiatan Tular Nalar ini.
Apalagi, ditengah perkembangan teknologi banyak informasi yang beredar di internet. Sehingga perlu adanya pengetahuan tentang cara memahami kebenaran dari sebuah informasi.
“Kegiatan Tular Nalar ini, tentu sangat bermanfaat di tengah tsunami informasi bagi para siswa. Saya berharap para siswa kedepannya mampu untuk memilah mana berita positif dan mana berita negatif,” katanya.
Editor : Merwanda











