SERANG, RADARBANTEN.CO.ID- Masyarakat di Kabupaten Serang diminta untuk menjaga kebersihan lingkungan guna untuk mengantisipasi demam berdarah dengue (DBD).
Pasalnya, penyakit DBD disebabkan oleh nyamuk aedes aegypti yang dapat dengan mudah berkembang biak apabila lingkungan kotor dan banyak genangan air.
Kepala Puskesmas Jawilan Imas Migiarti mengatakan, faktor utama yang menyebabkan kasus DBD mudah menyebar ialah diakibatkan kebersihan lingkungan buruk. Untuk itu masyarakat harus mengutamakan untuk menjaga kebersihan lingkungan.
“Faktor yang mempengaruhi karena lingkungannya kurang bersih, kebersihannya kurang. Masih ada penimbunan sampah sehingga menyebabkan genangan air. PHBS-nya juga belum maksimal,” katanya saat dihubungi melalui sambungan telepon, Senin 1 Januari 2024.
Menurutnya, dalam penanganan kasus DBD, masyarakat tidak boleh menggantungkan sepenuhnya kepada pihak puskesmas lantaran faktor utamanya ada pada diri sendiri dan lingkungan.
“Kurang pemahaman, DBD itu seolah-olah puskesmas masalahnya, padahal bukan. Penyebabnya ada di nyamuk bisa jadi penyebabnya ada di dalam rumah karena ada jentik nyamuk akibat jarang menguras bak kamar mandi,” tegasnya.
Ia mengatakan, pada tahun 2023 ini terjadi sebanyak 33 kasus DBD di Kabupaten Serang dengan satu orang meninggal dunia. “Ada 33 kasus dan 1 meninggal, yang di rujuk 6, sisanya selesai ditangani di puskesmas,” jelasnya.
Dalam penanganan kasus DBD di wilayahnya, Imas mengaku telah melakukan berbagai upaya agar tidak terjadi peningkatan kasus yang signifikan.
“Upaya yang sudah dilakukan ialah fogging, abatisasi, pengobatan puskesmas keliling, pelacakan epidemiologi, pengambilan sempel darah, penyuluhan dan pengobatan gratis,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia mengimbau kepada masyarakat untuk melakukan 3M sebagai upaya pencegahan dan tak ragu untuk memeriksakan kesehatan ketika menunjukan gejala-gejala seperti DBD.
“Kalau misalnya ada kejadian DBD segera laporkan ke puskesmas. Lalu fogging bukan satu-satunya pemecahan masalah dalam mengatasi DBD. Tetap harus dimulai dari diri sendiri. Apabila ada gejala seperti DBD jangan menunggu parah, tetapi segera lakukan pemeriksaan dan lakukan pemeriksaan darah ke puskesmas. Jangan dibiarin dulu di rumah sehingga parah,” pungkasnya. (*)
Reporter: Ahmad Rizal Ramdhani
Editor: Aas Arbi











