SERANG,RADARBANTEN.CO.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Serang menanggapi hasil temuan Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Banten soal 13 ruas jalan rusak di Kota Serang yang belum diperbaiki.
Penjabat (Pj) Walikota Serang Yedi Rahmat mengatakan, pihaknya mengakui perbaikan jalan di Kota Serang belum maksimal.
Hal tersebut lantaran anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Kota Serang masih minim, sehingga peningkatan jalan belum maksimal.
“Kalau misalnya rusak kan harus diperbaiki. Mudah-mudahan kekuatan APBD kita bisa untuk memperbaiki,” ujarnya, Jumat 26 Januari 2024.
Yedi mengaku, apabila APBD Kota Serang belum mampu untuk memperbaiki terkait jalan rusak tersebut, maka Pemkot akan meminta bantuan kepada Pemerintah Provinsi Banten.
“Mudah-mudahan di APBD-nya ada. Kalau pun tidak tersedia (anggaran) kami akan meminta bantuan kepada Pemerintah Provinsi untuk membangunnya,” katanya.
Yedi menjelaskan, selain jalan rusak, Kota Serang juga saat ini tengah fokus mengatasi saluran drainase yang tidak maksimal, sehingga menyebabkan banjir.
“Terkait dengan banjir, beberapa waktu yang lalu kan kami ke Domba, banyak saluran irigasi yang ditutup oleh rumah dan sebagainya, itu yang tidak boleh. Makannya (drainase) menyempit, akibatnya banjir,” katanya.
Yedi mengaku, Pemkot Serang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) telah melakukan pembongkaran terkait bangunan yang mengganggu saluran drainase.
Selain itu, pihaknya juga mengimbau kepada masyarakat, agar tidak membuang sampah sembarangan yang menjadi faktor lain penyebab banjir.
“Tim PU sudah melakukan pembongkaran sedikit-sedikit. Kami imbau kepada masyarakat membuang sampah itu jangan sembarangan, kasian, karena yang berdampak warga kita juga semuanya, gara-gara sampah numpuk jadi mampet,” tuturnya.
Berdasarkan hasil temuan Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Banten terdapat 13 ruas jalan di Kota Serang belum secara tuntas diperbaiki. Hal ini dinilai dapat mengganggu kegiatan masyarakat.
Kepala Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Banten Fadli Afriadi mengatakan, ada sebanyak 13 titik jalan di Kota Serang berdasarkan hasil temuannya yang belum diperbaiki secara tuntas.
“Kondisi infrastruktur jalan yang tidak baik dapat menghambat mobilitas sosial dan ekonomi masyarakat, sehingga dapat merugikan warga. Selain itu, dapat membahayakan warga sebagai pengguna jalan,” ujarnya, Kamis 25 Januari 2024.
Adapun 13 ruang jalan Kota Serang yang masih rusak yaitu, Jalan Parung – Kalodran/Sadik, Jalan Taman – Taktakan, Jalan Jakung – Gedeg dan Jalan Ciwandan – Cibomo.
Selain itu, Jalan Cilowong – Gedeg, Jalan Kalodran – Jengkol, Jalan Pipitan – Ampel, Jalan KPW Banten Lama, Jalan Warudoyong – Silebu, Jalan Kasemen Warung Jaud, Jalan Kasemen – Margasana, Cilowong – Gedeg/Pasir Gadung dan Jalan Ciracas – Barang.
“Hasil temuan ini sudah kita sampaikan kepada pimpinan, karena kemaren masih dalam proses pembangunan, kita harap segera ditindaklanjuti,” katanya.
Reporter: Nahrul Muhilmi
Editor: Aas Arbi











