SERANG, RADARBANTEN.CO.ID- Harga beras di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Serang mengalami kenaikan cukup signifikan mencapai 8 persen.
Kenaikan harga dipicu lantaran stok beras di Kabupaten Serang baik di pasar tradisional maupun ritel mulai menipis.
Kepala Bidang Perdagangan pada Diskoumperindag Kabupaten Serang Titi Purwitasari menjelaskan, jika harga beras di pasar tradisional di Kabupaten Serang mengalami kenaikan beberapa waktu terakhir.
“Pantauan di Pasar Petir dan Baros ada kenaikan kurang lebih sebesar 8 persen. Namun untuk stok di beberapa pedagang beras masih ada stok,” katanya, Kamis, 15 Februari 2024.
Ia menjelaskan, harga saat ini untuk beras KW 1 di pasar tradisional mencapai Rp 15 ribu per kilonya. Sementara harga beras KW 2 di kisaran Rp14 ribu per kilogramnya. “KW 1 di pasar pantauan kita itu Rp 15 ribu,” tegasnya.
Selain di pasar tradisional, pihaknya mengaku sudah mengecek beberapa retail di Ciruas dan Kragilan. Dimana di lokasi tersebut stok beras kosong. “Hanya ada persediaan paling 2-10 karung beret 5 kilogram, sisanya kosong,” jelasnya.
Kondisi tersebut membuat harga beras di retail modern pun ikut melonjak. Dari hasil monitoring yang dilakukan kenaikannya bahkan cukup signifikan. Harganya naik dari Rp 69.000 menjadi Rp 96.500. “Harganya di beberapa pantauan Kragilan Cikande kenaikan hampir sama kualitas 1 di Alfa beras premium dijual Rp 96.500,” katanya.
Untuk menstabilkan harga, pihaknya berapa menggandeng serta bulog untuk menggelar operasi pasar supaya harga beras di pasaran turun.
“Kita tetap berupaya membanjiri beras bulog dengan harga Rp 51.500 dengan menggandeng serta bulog untuk melaksanakan operasi pasar,” tegasnya. (*)
Editor : Merwanda











