SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Dinas Kesehatan (Dinkes) Banten mencatat pada awal tahun 2024 ini sedikitnya terdapat 1.619 warga Banten terserang oleh Demam Berdarah Dengue alias DBD. Bahkan, beberapa diantaranya dilaporkan meninggal dunia.
Kasus DBD di Banten dalam beberapa waktu terakhir ini memang lah meningkat, terdapat laporan lonjakan kasus di beberapa daerah si Banten. Hal itu dibenarkan oleh Kepala Dinkes Banten dr. Ati Pramudji.
“Jumlah kasus DBD tahun 2024 ini berjumlah 1.619 orang dengan jumlah yang meninggal sebanyak delapan orang,” kata Ati kepada Radar Banten, Sabtu 24 Februari 2024.
Kasus DBD ditemukan paling banyak di wilayah padat penduduk, seperti di Kabupaten Tangerang. Disana, terdapat 640 orang terserang oleh penyakit yang dibawa oleh nyamuk berjenis Aedes aegypti.
Disusul oleh Kabupaten Lebak dengan 459 kasus, Pandeglang 308 kasus, Serang 61 kasus, kota Serang 44 kasus, kota Cilegon 27 kasus, kota Tangerang Selatan 27 kasus, dan kota Tangerang 70 kasus. Warga meninggal dunia akibat serangan DBD terdapat di Kabupaten Tangerang sebanyak empat orang, dan Lebak empat orang.
Sementara pada tahun 2023 kemarin tercatat terdapat 4.154 kasus, dengan rincian Kabupaten Serang 237 kasus, Pandeglang 531 kasus, Tangerang 1363 kasus, Lebak 760 kasus, Kota Tangerang 290 kasus, Kota Serang 311 kasus, Kota Cilegon 242 kasu dan Kota Tangerang Selatan 420 kasus.
“Situasi dengue di Indonesia pada bulan Januari 2024 terjadi peningkatan kasus hal ini karena dilanda perubahan iklim (El Nino),” ucapnya. (*)
Editor: Bayu Mulyana











