SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Banten pada awal tahun 2024 ini mulai membangun ruas jalan Sumur – Taman Jaya di Kabupaten Pandeglang, Banten. DPUPR pun kini tengah mengajukan pengawalan terhadap proyek prioritas senilai Rp87,865 Milliar ke Kejaksaan Tinggi (Kajati) Banten.
Kepala DPUPR Banten Arlan Marzan mengatakan, pengawalan pengamana dari Kajati Banten ini dilakukan agar pekerjaan yang ada di PUPR Provinsi Banten dapat mewujudkan prinsip akuntabilitas pemerintah daerah.
“Kita sedang mengusulkan pendampingan dari Kejati Banten. Sedang kita usulkan karena ini juga menjadi salah satu program prioritas daerah,” ucapnya usai acara Groundbreaking Pembangunan Ruas Jalan Sumur – Taman Jaya Tahun Anggaran 2024 di Kampung Cipunaga, Desa Tunggal Jaya,.Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang, pada Selasa 5 Maret 2024.
Pengawalan pengamanan alias Walpam ini bukan pertama kali, namun kata Arlan, sudah dilakukan juga pada tahun 2023 kemarin.
“Seperti yang kita lakukan di tahun 2023 kemarin, Alhamdulillah dengan adanya program pengawalan pengamanan dari pihak Kejaksaan seratus persen pekerjaan PUPR terlaksana dengan baik,” kata Arlan.
Lebih jauhnya, Arlan menjelaskan, pembangunan jalan Sumur – Taman Jaya ini baru terealisasi tahun 2024 karena pengalihan status dari jalan kewenangan Kabupaten Pandeglang menjadi kewenangan Provinsi Banten dilakukan tahun 2023, sehingga di tahun 2023 kemarin langsung segera dilakukan perencanaan pembangunan jalan.
“Groundbreaking ini menjadi pertanda dimulainya pembangunan jalan Sumur – Taman Jaya. Jadi kita sudah kontrak sebesar 87,865 milyar mudah-mudahan jalan ini tuntas dibangun,” ungkap Arlan.
Ditambahkan Arlan, pembangunan jalan ini dilakukan dengan konstruksi beton FS 4,5 Mpa sepanjang 12,27 Kilometer serta dilakukan 6 pembangunan jembatan dengan konstruksi voided slab.
“Pembangunan ruas jalan sepanjang 12,27 kilometer itu untuk menopang mobilitas masyarakat, hasil pertanian, dan kelautan dengan harapan dapat membawa dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat,” pungkasnya. (*)
Editor: Bayu Mulyana











