SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Kementerian Perhubungan telah menyiapkan beberapa hal menjelang arus mudik hingga puncak arus mudik pada Lebaran Idul Fitri 2024.
Diketahui, puncak arus mudik para Hari Raya Idul Fitri 1446 H atau Lebaran 2024 akan jatuh pada 5-7 April 2024. Sementara puncak arus balik jatuh pada 14-15 April 2024.
Pemerintah memprediksi, puncak arus mudik Hari Raya Idul Fitri 1445 H atau 2024 masehi akan jatuh pada 5-7 April 2024, sedangkan puncak arus balik akan jatuh pada 14-15 April 2024.
“Kami sudah sampaikan untuk mengantisipasi ditahun ini kami sudah menyiapkan data di tahun 2023 untuk lebaran H-7 sampai H+9, kami sudah tentukan puncaknya untuk kedatangan dan puncak nya untuk keberangkatan,” ujar Direktur Prasarana Transportasi Jalan pada Kemenhub, Toni Tauladan saat melakukan peninjauan di Terminal Tipe A Pakupatan, Kota Serang, Rabu 20 Maret 2024.
Toni menjelaskan, pihaknya juga telah menyiapkan beberapa langkah agar pelayanan tetap berjalan normal meskipun terjadi lonjakan penumpang.
“Kami akan siapkan, kalau dilayanan angkutan itu bila terjadi lonjakan, kita diizinkan untuk pelayanan angkutan-angkutan insidentil, jadi ada izinnya. Tapi itu memang tetap tidak boleh meninggalkan adanya kewajiban,” katanya.
Menurutnya, Terminal Tipe A Pakupatan sudah tersedia tim informasi apabila terdapat keluhan dari para calon penumpang angkutan.
“Apabila menemukan seperti itu silahkan melapor ke informasi ya nanti ada pelayanan agar kami bisa menangani itu, walaupun bukan Lebaran ini di loket ini ada tiga sift 24 jam,” tuturnya.
Sementara itu, anggota Komisi V DPR RI Haerul Jaman menuturkan, persiapan menjelang pergerakan arus mudik, Terminal Tipe A Pakupatan Serang sudah melakukan persiapan secara maksimal.
“Terminal ini untuk persiapan mudik ini sudah disiapkan sebaik-sebaiknya, kami harap Terminal bukan hanya sebagai tempat singgah saja akan tetapi menjadi salah satu destinasi. Di sini nanti akan dilengkapi lagi fasilitas-fasilitas yang ada, sehingga masyarakat bukan hanya keluar masuk dalam akses terminal saja, akan tetapi kesini untuk berkunjung dan menikmati,” tuturnya. (*)
Editor: Agus Priwandono











