SERANG,RADARBANTEN.CO.ID- Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kabupaten Serang naik signifikan dibandingkan tahun 2022 lalu.
Tahun 2023, IPM Kabupaten Serang mencapai 72,63 persen naik dari angka 67,67 persen pada 2022.
Hal itu diketahui pada saat rapat paripurna penyampaian Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) Bupati Tahun 2023.
Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah mengaku bersyukur dalam LKPJ tahun 2023, terdapat peningkatan yang signifikan dari tahun sebelumnya. Bahkan ada penurunan pada angka lengangguran.
“Alhamdulillah terdapat kenaikan atau progres di IPM di 2022 kita di 67,57 persen dan di 2023 72,63 persen. Kemudian tingkat pengangguran menurun, persentase kemiskinan menurun terus, ekonomi juga sudah baik,” katanya saat ditemui usai rapat paripurna LKPJ, Selasa, 26 Maret 2024.
Ia mengatakan, peningkatan IPM di Kabupaten Serang dipengaruhi dengan peningkatan indikator di bidang kesehatan.
“Yang membuat IPM naik itu di indikator kesehatan, usia harapan hidup kita cukup tinggi. Lalu misalnya angka kematian ibu menurun,” tegasnya.
Dikatakan Tatu, kenaikan IPM ada pada misi meningkatkan pelayanan kesehatan yang bermutu, merata dan terjangkau, yang didukung oleh tenaga kesehatan profesional.Sehingga, dalam misi tersebut terdapat enam indikator kinerja dengan presentase capaian rata rata sebesar 125,39 persen.
“Keenam indikator itu, satu mencapai target dan lima nya melebihi target, pada bidang kesehatan ini alhamdulillah lompatannya cukup tinggi. Karena, untuk misi ini didukung oleh program dan kegiatan dari Dinas Kesehatan dan RSDP Serang,” ujarnya.
Sementara itu, dalam sektor pendidikan mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya. Namun demikian, untuk peningkatan dalam sektor pendidikan tidak terlalu signifikan.
“Tapi kalau di pendidikan, mengenai rata-rata lama sekolah peningkatannya belum tinggi, karena yang dihitungnya usia masyarakat kabupaten serang yang usia 25 tahun ke atas, dia misalnya sekolahnya lulusan SD, SMP, SMA, atau sarjana,” tegasnya.
“Nah di 25 tahun ke atas itu yang ber-KTP Kabupaten Serang itu berubahnya sedikit, karena memang sekolahnya sudah selesai,” imbuhnya.
Selain peningkatan sektor IPM, peningkatan juga terjadi di pertumbuhan ekonomi. Pada 2023 ditargetkan 2,42 persen naik menjadi 4,80 persen, laju inflasi ditargetkan 1,5 persen terealisasi 2,11 persen.
Sementara presentase tingkat kemiskinan Kabupaten Serang ditargetkan 4,18 persen naik menjadi 4,85 persen, dan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Kabupaten Serang ditarget tidak melebihi 11,55 persen pada akhir 2023 mencapai target 9,94 persen.
Disinggung soal tingkat pelayanan kepada masyarakat, Tatu mengatakan, pihaknya masih meningkatkan ke arah digitalisasi. Pasalnya, di tengah gempuran teknologi ini masyarakat menginginkan adanya percepatan dalam pelayanan, maka pihaknya harus mulai memperbaharui proses pelayanan melalui digitalisasi.
“Kalau pelayanan kita ke masyarakat, tidak ke arah digitalisasi maka nantinya bakal melambat. Sehingga, mau tidak mau harus kita tingkatkan ke arah digitalisasi untuk mempermudah serta mempercepat pelayanan kepada masyarakat,” tuturnya. (*)
Editor : Merwanda











