LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Calon Bupati Lebak dari jalur perseorangan pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Bupati dan Wakil Bupati Lebak Tahun 2024 masih kurang diminati.
Pada Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Lebak yang akan digelar November 2024 dipastikan tidak akan diikuti oleh calon dari jalur perseorangan. Sebab, higga batas pendaftatan di tutup Komisi Pemilihan Umum (KPU) Lebak Minggu 13 Mei 2024 sekira pukul 23.49 WIB, tidak ada yang mendaftar sebagai calon perseorangan.
Calon perseorangan wajib mengantongi syarat minimal dukungan KTP sebanyak 68.162 atau 6,5 persen dari jumlah pemilih yang harus tersebar di minimal 15 kecamatan.
“Ya, pendaftaran ditutup tadi malam disaksikan juga oleh Bawaslu, dan tidak ada yang mendaftar untuk calon perseorangan,” kata Ketua KPU Lebak, Dewi Hartini, Senin 13 Mei 2024.
KPU telah membuka pendaftaran bagi masyarakat yang ingin maju sebagai calon bupati dari jalur perseorangan mulai tanggal 8 sampai 12 Mei 2024.
“Syarat bagi calon perseorangan wajib mengantongi syarat minimal dukungan KTP sebanyak 68.162 atau 6,5 persen dari jumlah pemilih yang harus tersebar di minimal 15 kecamatan di Lebak,” jelasnya.
Tidak seperti jalur perseorangan yang sepi peminat, sementara melalui jalur parta politik sejumlah calon tengah mencoba peruntungan mendapatkan tiket maju baik sebagai bakal calon Bupati maupun bakal calon wakil bupati. Tercatat mulai dari politisi, ulama, pengusaha sampai kepala desa telah mendaftar ke sejumlah partai politik yang membuka pendftaran bakal calon yang mereka usung.
Sejumlah politisi yang telah mendeklarasikan akan ikut kontestaai sebagai bakal calon bupati dan bakal calon wakil bupati lebak dan mendaftar melalui partai politik diantaranya ketua DPC PDI Perjuangan Lebak Junaedi Ibnu Jarta, anggota DPR RI Hasbi Asidiqi Jayabaya, Usep Pahlaludin ketua Apdesi Lebak, Ahmad Jajuli pengusaha, Dede Supriadi ketua hinpunan pengusaha Nahdiyin Indonesia, Osep Muliawan Karis ketua Hipmi Lebak, Iip Makmur ketua DPD PKS Lebak dan KH Saepudin Asy Sadzili ketua PCNU Lebak.
“Insya allah, saya akan maju sebagai bakal calon baik itu sebagai bakal calon Wakil Bupati Lebak maupun wakilnya melalui partai politik. Ini bagian dari ikhtiar dan keseriusan saya untuk maju pada Pilkada Lebak,” kata Usep Pahlaludin, ketua Apdesi Lebak .
Usep mengatakan, sedari awal pihaknya mengicar dapat diusung oleh partai politik meskipun dimungkinkan daftar melalui jalur perseorangan. Tapi, kata dia melalui jalur perseorangan cukup berat salah satunya yaitu syarat minimal dukungan KTP sebanyak 68.162 atau 6,5 persen dari jumlah pemilih yang harus tersebar di minimal 15 kecamatan di Lebak.
“Tentunya, syarat ini cukup berat untuk dapat dipenuhi dengan waktu yang tidak banyak. Karenanya, sedari awal saya tidak kepikiran untuk maju melalui peraeorangan. Saya sudah mendaftar ke PDI Perjuangan, NasDem dan akan mendaftar ke partai yang membuka pendaftaran,” ujarnya.
Ia mempunyai sejumlah terobosan bila memang kelak dipercaya memimpin lebak. Beberapa program andalan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Lebak yakni semua sektor pembangunan teringerasi di desa.
“Pembangunan yang terintegrasi di desa semua sektor pembangunan aehingga membuat desa berdaya. Artrinya singkronisasi penyusunan penganggaran pada dinas atau OPD terfokus di desa. Sehingga, terasa di masyarakat. Langsung bersentuhan dengan masyarakat. Selain itu satu desa saru tahfidz juga program yang menjadi salah satu fokus utama,” katanya.
Reporter: Nurabidin
Editor: Aditya











