PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Owner obyek wisata Lembur Kula, Ade Kardiana mengungkapkan bahwa royalti alias pendapatan terakhir sebelum penutupan total masih mencatatkan pemasukan. Meskipun demikian, jumlahnya tidak mencukupi untuk menutupi biaya operasional.
Menurut Ade Kardiana, pendapatan terakhir sebelum penutupan total tidak dapat menutupi kebutuhan operasional. Dengan hanya beberapa pengunjung, pendapatan bulanan tercatat sekitar Rp 5 juta.
“Pendapatan terakhir sebelum kami memutuskan penutupan total mencapai sekitar Rp 10 juta, meski peminatnya masih ada,” ungkapnya, saat dihubungi RADARBANTEN.CO.ID, Selasa 17 September 2024.
Ade menyebutkan, minimnya pengunjung disebabkan oleh buruknya infrastruktur jalan dan kurangnya penerangan jalan umum (PJU) di kawasan Gunung Karang.
“Masalah utamanya adalah infrastruktur jalan dan PJU yang tidak memadai untuk mendukung aktivitas wisata di kawasan ini,” jelasnya.
Berdasarkan pantauan di lapangan terlihat bahwa jalan menuju kawasan wisata Gunung Karang dalam kondisi rusak parah. Suasana malam hari juga sangat gelap akibat tidak adanya PJU, yang menghambat pengunjung yang ingin menikmati keindahan Gunung Karang pada malam hari.
Sebelumnya diberitakan, Obyek wisata Lembur Kula di kawasan Gunung Karang, Kampung Kalapasan, Desa Pasir Peuteuy, Kecamatan Cadasari, Kabupaten Pandeglang kini tak beroperasi alias ditutup total.
Penutupan tersebut disebabkan minimnya jumlah pengunjung yang datang ke lokasi wisata ini.
Diketahui, wisata Lembur Kula ini sempat viral ramai dikunjungi para wisatawan baik dari Pandeglang maupun luar daerah.
Kabar penutupan obyek wisata Lembur Kula itu disampaikan oleh Ade Kardiana selaku owner saat diwawancarai RADARBANTEN.CO.ID, Minggu 15 September 2024.
Reporter: Moch Madani Prasetia
Editor: Bayu Mulyana











