SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Banten menanggapi soal adanya 20 ribu warga DKI Jakarta yang pindah ke Tangerang Selatan (Tangsel) . Padahal, sebentar lagi akan dilakukan penetapan Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pilkada Banten 2024.
Seperti yang diberitakan sebelumnya, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Tangsel menemukan adanya 20 ribu warga DKI Jakarta bermigrasi ke Kota Tangsel. Bawaslu mempertanyakan apakah 20 ribu warga DKI yang telah bermigrasi itu masuk ke dalam DPT.
Anggota KPU Provinsi Banten, Ahmad Munawar mengatakan, pihaknya belum mendapatkan laporan perihal migrasi kependudukan itu dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Tangsel.
“Kita belum dapat belum menerima data dari Disdukcapil atau laporan masukan maupun tanggapan dari masyarakat, jadi seperti apa tindak lanjutnya itu belum bisa,” kata Munawar, Jumat 20 September 2024.
Katanya, migrasi warga DKI ke Tangsel ini menjadi dinamika data kependudukan. Pihaknya sendiri tidak bisa menahan atau mencegah mereka untuk berpindah, meskipun pelaksanaan Pilkada Banten tinggal beberapa bulan lagi.
Pihaknya belum bisa memastikan apakah 20 ribu warga DKI itu akan masuk ke dalam DPT Pilkada Banten atau tidak. Namun, yang pasti pihaknya akan mengkaji dulu persoalan migrasi kependudukan ini. Sejauh ini, pihaknya sudah menetapkan Daftar Pemilih Sementara (DPS) Pilkada Banten 2024 sebanyak 8,9 juta lebih. Jumlah itu diprediksi akan bertambah.
“Ini yang kita sebut DPT itu dinamis, dapat berubah baik itu bertambah ataupun berkurang. Mereka yang bermigrasi ke Tangsel pun jika belum masuk dalam DPT, namun sudah memiliki identitas kependudukan di Tangsel dan memenuhi syarat juga dibenarkan dengan bukti otentik, maka mereka bisa masuk ke dalam Daftar Pemilih Khusus (DPK),” ungkapnya.
Dan, saat warga DKI yang sudah bermigrasi ke Tangsel masuk dalam DPK Pilkada Banten, maka mereka dipastikan juga tidak akan bisa memilih lagi di DKI Jakarta. Ia menerangkan, KPU Banten baru akan menetapkan DPT setelah KPU kabupaten dan kota menyelesaikan rekapitulasi data pemilih di masing-masing wilayahnya yang mulai dilakukan pada hari ini.
“Kita masih melakukan analisis terhadap data pemilih, hari ini rekapitulasi di Kabupaten Tangerang, lalu Pandeglang dan daerah lain. Kita ingin pastikan data pemilih Pilkada Banten ini clear dan clean,” pungkasnya.
Editor: Aas Arbi











